Motor Kompresi Tinggi Isi Pertalite Terus, Aman atau Malah Bikin Mesin Cepat Rusak?

Rabu 13-05-2026,21:00 WIB
Reporter : Prasuda Mega
Editor : T. Sucipto

Namun kemampuan adaptasi tersebut bukan berarti motor bebas memakai BBM oktan rendah terus menerus.

Pabrikan tetap menentukan rekomendasi BBM berdasarkan karakter mesin yang sudah diuji secara teknis.

Kalau motor disarankan memakai RON 92, artinya mesin memang dirancang bekerja optimal dengan bahan bakar tersebut.

Menggunakan BBM di bawah standar rekomendasi secara terus-menerus tetap memiliki risiko tersendiri.

BACA JUGA:Bensin Semakin Mahal, Cara Merawat Motor Matic Ini Dinilai Paling Efektif Hemat BBM

Apa Dampak Terburuk Jika Dipaksakan?

Jika motor kompresi tinggi terus dipaksa memakai Pertalite dalam jangka panjang, beberapa risiko yang bisa muncul antara lain:

Mesin lebih cepat panas

Performa menurun

Tarikan terasa berat

Konsumsi BBM jadi lebih boros

Penumpukan kerak karbon lebih cepat

Risiko piston atau ruang bakar rusak akibat knocking berkepanjangan

Kerusakan seperti piston jebol memang tidak langsung terjadi dalam waktu singkat. Namun penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi bisa mempercepat penurunan kondisi mesin secara perlahan.

BACA JUGA: BBM Subsidi Mulai Dibatasi, Pengguna Motor dan Mobil Wajib Tahu Aturan Baru Ini Sebelum Isi Pertalite

Jadi, Sebaiknya Pilih BBM Sesuai Rekomendasi

Kalau bicara soal kesehatan mesin jangka panjang, pilihan paling aman tetap mengikuti rekomendasi pabrikan motor.

Menggunakan BBM sesuai rasio kompresi membantu menjaga performa mesin tetap optimal, pembakaran lebih bersih, dan umur komponen lebih panjang.

Kategori :