Motor Kompresi Tinggi Isi Pertalite Terus, Aman atau Malah Bikin Mesin Cepat Rusak?

Rabu 13-05-2026,21:00 WIB
Reporter : Prasuda Mega
Editor : T. Sucipto

Tujuannya supaya proses pembakaran tetap stabil dan tidak menimbulkan gangguan pada mesin.

BACA JUGA:Biar Gak Salah Isi BBM, Ini Cara Pilih Bensin Sesuai Rasio Kompresi Motor

Motor Kompresi Tinggi Pakai Pertalite Bisa Timbulkan Knocking

Masalah utama ketika motor kompresi tinggi terlalu sering memakai Pertalite adalah risiko knocking atau ngelitik.

Knocking terjadi ketika pembakaran di ruang mesin tidak berlangsung sempurna akibat oktan bahan bakar terlalu rendah untuk menahan tekanan kompresi mesin.

Akibatnya, bahan bakar terbakar terlalu cepat sebelum waktu yang seharusnya.

Gejala knocking biasanya terdengar seperti suara ketukan halus dari mesin saat motor berakselerasi atau dipakai menanjak.

Kalau hanya sesekali mungkin efeknya belum terlalu terasa. Namun jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa meningkatkan suhu kerja mesin dan mempercepat keausan komponen internal.

BACA JUGA:Ternyata! Ada Dampak Negatif Motor Kompresi Rendah Pakai Bensin Oktan Tinggi, Begini Faktanya

Kerak Karbon Bisa Lebih Cepat Menumpuk

Selain knocking, penggunaan BBM beroktan rendah juga berpotensi membuat ruang bakar lebih cepat dipenuhi kerak karbon.

Hal ini dipicu proses pembakaran yang kurang optimal dibanding saat memakai bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan.

Penumpukan karbon biasanya terjadi di piston, kepala silinder, hingga area katup mesin.

Kalau kerak mulai banyak, performa motor bisa menurun. Tarikan terasa lebih berat, konsumsi bensin menjadi boros, bahkan mesin bisa lebih cepat panas.

Dalam jangka panjang, kondisi ini tentu tidak baik untuk kesehatan mesin motor harian.

BACA JUGA:Motor Matic dengan Kompresi Tinggi: Pilihan Tepat Menggunakan Pertamax Green dari Pertamina

Mesin Modern Memang Bisa Adaptasi, Tapi Ada Batasnya

Beberapa motor modern sekarang memang sudah dilengkapi teknologi ECU dan sensor yang mampu menyesuaikan pengapian berdasarkan kualitas bahan bakar.

Karena itu, motor masih tetap bisa digunakan meski sesekali mengisi Pertalite.

Kategori :