Trik terakhir membutuhkan sedikit usaha buat membuka cover pelindung aki menggunakan obeng plus (+) bawaan motor harian kamu, Bradsis. Begitu aki terlihat, cek fisiknya secara visual. Aki yang rusak atau sering mengalami pengisian berlebih (*overcharge*) biasanya bodi plastiknya bakal terlihat melendung alias kembung. Selain itu, perhatikan juga area kutub positif (+) dan negatif (-). Kalau ada tumpukan serbuk putih seperti jamur, serbuk itu bisa menghambat aliran listrik ke kabel utama motor.
BACA JUGA:Aki Motor Diam-Diam Bocor? Ini Fakta Mengejutkan yang Sering Bikin Mesin Tiba-Tiba Soak!
Pertolongan Pertama Saat Aki Motor Terlanjur Lemas
Kalau dari hasil pengecekan mandiri tadi terbukti aki kamu tekor, jangan langsung buru-buru dibuang ya, Bradsis. Kalau aki motor kamu adalah tipe aki basah, coba cek volume air akinya, siapa tahu cuma kering. Kalau akinya tipe aki kering (maintenance free/MF), Bradsis bisa mencoba membawanya ke tukang setrum aki terdekat buat di-cas ulang selama beberapa jam. Sering kali aki cuma kekurangan daya karena motor jarang dipanaskan, bukan karena akinya rusak permanen.
"Mengenali penyakit motor sejak dini lewat gejala-gejala sepele adalah kunci utama biar perjalanan turing atau harian kita selalu aman tanpa drama mogok di jalan."