MOTOREXPERTZ.COM --- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mematangkan rencana implementasi sistem jalan berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP) sebagai langkah strategis untuk mengurai kemacetan kronis di ibu kota. Kepala Unit Pengelola Sistem Jalan Berbayar Elektronik Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Zulkifli, mengungkapkan bahwa kebijakan ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan ditargetkan mulai berlaku pada 2028 atau paling lambat 2029.
"Untuk targetnya tahun 2028 atau 2029," kata Zulkifli dalam acara Jakarta Future Festival di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Kebijakan ini nantinya akan membebankan tarif kepada setiap kendaraan yang melintas di ruas jalan tertentu pada jam-jam sibuk, dengan besaran biaya yang akan ditentukan melalui survei mengenai kemampuan dan kemauan masyarakat untuk membayar.
"Nanti saat akan diimplementasikan, kisarannya bisa berbeda karena harus mempertimbangkan ability to pay atau kemampuan membayar dan willingness to pay atau kemauan membayar," kata Zulkifli.
BACA JUGA:Pertamina Lubricants Buka Enduro Service di Bekasi, Ini Layanannya
BACA JUGA:Gak Ada Obat! 5 Rider Ducati Desmo450 MX Dominasi Cleosa Series Championship 2026 di Klaten
Lokasi Awal Penerapan ERP
Pada tahap awal, sistem ERP direncanakan akan diterapkan di beberapa ruas jalan utama yang menjadi pusat aktivitas bisnis dan titik kemacetan tinggi.
Berikut adalah empat ruas jalan yang masuk dalam kajian awal:
• Jalan Imam Bonjol
• Jalan MH Thamrin
• Kawasan Kuningan
• Jalan Gatot Subroto
"Jalan Imam Bonjol, Thamrin, Kuningan, dan Gatot Subroto. Saya pikir itu adalah lokasi yang paling ideal di kawasan Segitiga Emas," ujar Zulkifli.
ERP Bukan Sekadar Sumber Pendapatan Daerah
Southeast Asia Director Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Gonggomtua Sitanggang, menekankan bahwa ERP harus difokuskan sebagai instrumen peningkatan kualitas hidup masyarakat, bukan sekadar alat untuk mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
BACA JUGA:Scoopy Your Mode, Your Ride: Cara Seru Komunitas Honda Scoopy Ekspresikan Gaya