Dex Lite CN51: Rp23.000 (harga stabil)
Pertamina Dex CN53: Rp24.800 (harga stabil)
Mengapa Harga BBM di Indonesia Bisa Naik? Apakah Dolar Berpengaruh?
Kenaikan harga BBM non subsidi di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia. Salah satu faktor penting yang turut menentukan adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
BACA JUGA:Daimler Reitwagen, Motor Pertama di Dunia: Awal Mula Revolusi Transportasi Roda Dua
BACA JUGA:Motor Pertama di Indonesia: Hildebrand & Wolfmuller 1893
Minyak mentah dan sebagian besar transaksi energi global menggunakan mata uang dolar AS. Ketika nilai dolar menguat atau rupiah melemah, biaya impor minyak dan bahan baku BBM menjadi lebih mahal. Kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya produksi maupun distribusi BBM di dalam negeri.
Selain faktor kurs dolar, harga BBM juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya, seperti harga minyak mentah dunia, biaya pengolahan di kilang, biaya distribusi dan logistik, kondisi geopolitik internasional, serta kebijakan pemerintah terkait sektor energi.
Sebagai contoh, ketika terjadi konflik di wilayah penghasil minyak dunia atau gangguan pasokan global, harga minyak internasional cenderung meningkat. Dampaknya, harga BBM di berbagai negara, termasuk Indonesia, ikut mengalami tekanan untuk naik.
Karena itu, perubahan harga BBM non subsidi umumnya merupakan hasil kombinasi berbagai faktor, mulai dari harga minyak dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya operasional, hingga kondisi pasar energi global secara keseluruhan.