Oli mineral umumnya disarankan diganti setiap 2.000 hingga 3.000 kilometer tergantung pola penggunaan.
Sementara itu, oli sintetis biasanya mampu bertahan hingga 4.000 bahkan 5.000 kilometer pemakaian.
Meski demikian, jadwal penggantian tetap harus mengikuti rekomendasi pabrikan serta kondisi berkendara harian.
Bikers yang sering menghadapi kemacetan berat sebaiknya lebih memperhatikan kondisi oli secara berkala.
BACA JUGA:Oli Motor Mahal Bisa Jadi Bencana? Fakta Ini Sering Diabaikan Bikers
Mana yang Lebih Hemat dalam Jangka Panjang?
Sekilas oli mineral terlihat lebih ekonomis karena harga pembeliannya memang lebih murah dibandingkan sintetis.
Namun frekuensi penggantian yang lebih sering membuat total biaya tahunan bisa meningkat perlahan.
Oli sintetis memang membutuhkan biaya awal lebih besar ketika melakukan penggantian di bengkel.
Tetapi interval pemakaian yang lebih panjang sering membuat biaya perawatan menjadi lebih efisien.
Karena itu, perhitungan biaya tidak hanya berdasarkan harga beli oli semata saja.
BACA JUGA:Masih Bingung Pilih Oli Motor Matic? Ketahui Dulu Makna Kode di Kemasan Oli
Kapan Harus Memilih Oli Mineral?
Oli mineral cocok untuk Bradsis yang menggunakan motor matic dengan aktivitas harian relatif ringan.
Motor berusia lebih tua juga sering masih nyaman menggunakan pelumas jenis mineral berkualitas baik.
Selain itu, pilihan ini tepat bagi pengguna yang rutin mengganti oli sesuai jadwal perawatan.
Dengan perawatan yang benar, oli mineral tetap mampu menjaga kesehatan mesin secara optimal.
BACA JUGA:Mengenal Kode JASO pada Kemasan Oli Motor Agar Tidak Salah Beli