Motor Lebih Sering Nganggur di Garasi? Jangan Senang Dulu, Kerusakannya Bisa Datang Diam-Diam

Rabu 17-06-2026,06:00 WIB
Reporter : Yohanes Ishak
Editor : T. Sucipto

MOTOREXPERTZ.COM --- Banyak pemilik motor menganggap kendaraan yang jarang digunakan akan memiliki usia pakai lebih panjang. Alasannya sederhana, semakin sedikit dipakai maka semakin kecil pula risiko komponen mengalami keausan.

Namun kenyataannya tidak selalu demikian. Dalam banyak kasus, motor yang terlalu lama terparkir justru lebih rentan mengalami berbagai masalah dibanding motor yang rutin digunakan setiap hari.

Hal ini terjadi karena banyak komponen pada sepeda motor dirancang untuk bekerja dan bergerak secara berkala. Saat motor terlalu lama diam, sejumlah bagian penting justru bisa mengalami penurunan kondisi meski tidak digunakan.

Salah satu komponen yang paling sering bermasalah adalah aki. Meski mesin tidak dinyalakan, aki tetap mengalami pelepasan daya secara perlahan. Jika motor dibiarkan berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan tanpa dinyalakan, kondisi aki bisa melemah hingga akhirnya soak.

BACA JUGA:Wajib Tahu! Tips Aman Berkendara Motor Saat Hujan Deras dan Bahaya Aquaplaning yang Sering Diabaikan

BACA JUGA:Motor Awet Bertahun-Tahun! Ini Tips Penting Agar Tidak Cepat Aus dan Tetap Nyaman Dipakai

Risiko ini semakin besar pada motor modern berteknologi injeksi yang memiliki sistem elektronik aktif. Saat tegangan aki menurun, berbagai gangguan dapat muncul, mulai dari starter yang sulit digunakan hingga sistem elektronik yang tidak bekerja optimal.

Masalah berikutnya berasal dari bahan bakar. Bensin yang terlalu lama tersimpan di dalam tangki dapat mengalami perubahan kualitas. Endapan yang terbentuk berpotensi mengganggu sistem penyaluran bahan bakar.

Pada motor karburator, kotoran dapat menyumbat saluran kecil di karburator. Sementara pada motor injeksi, injektor bisa menjadi kotor sehingga semprotan bahan bakar tidak lagi optimal. Akibatnya motor menjadi susah dihidupkan, performa menurun, atau bahkan mogok saat digunakan kembali.

Selain itu, oli mesin juga tidak bisa dianggap aman hanya karena motor tidak dipakai. Perubahan suhu lingkungan dan kelembapan udara tetap dapat memengaruhi kualitas oli.

BACA JUGA:Fakta Injektor Motor Terungkap: Komponen Presisi yang Menentukan Tenaga dan Efisiensi Mesin

BACA JUGA:Filter Udara Motor: Komponen Kecil yang Diam-Diam Bisa Merusak Performa Mesin

Ketika sifat pelumasnya mulai menurun, perlindungan terhadap komponen internal mesin menjadi berkurang. Saat mesin kembali dihidupkan setelah lama tidak digunakan, gesekan antar komponen bisa meningkat dan mempercepat keausan.

Komponen berbahan karet juga menjadi bagian yang rentan mengalami kerusakan. Seal mesin, seal shockbreaker, hingga berbagai selang karet dapat mengeras atau kehilangan elastisitas jika terlalu lama tidak digunakan.

Ketika motor kembali beroperasi, kondisi tersebut sering memicu kebocoran oli, rembesan cairan, atau masalah lain yang membutuhkan penggantian komponen.

Kategori :