MOTOREXPERTZ.COM -- Pernah enggak sih pas lagi ngantri di SPBU, tiba-tiba kepikiran ide, "Kalau gue campur Pertalite sama Pertamax, tarikan motor bakal jadi se-enak apa ya?" Fenomena ngoplos bensin ini emang sering banget jadi perdebatan hangat di tongkrongan anak motor. Ada yang bilang bikin motor makin ngacir, tapi ada juga yang bilang bikin mesin cepet 'jebol'. Biar Bradsis enggak kemakan info hoaks, mari kita bongkar tuntas secara ilmiah. Apakah trik ini beneran fakta yang menguntungkan, atau cuma mitos yang malah bikin kantong jebol buat servis besar? BACA JUGA:Jangan Asal Semprot! Ini Bagian Motor Listrik yang Gak Boleh Kena Air Berlebih Saat Dicuci Biasanya, alasan utama Bradsis atau anak motor lain nyampur kedua jenis BBM ini adalah pengen dapet performa setara Pertamax tapi dengan harga yang lebih miring alias ramah di dompet pelajar atau mahasiswa. Logikanya sederhana: Pertalite punya Research Octane Number (RON) 90, sedangkan Pertamax punya RON 92. Kalau dicampur 50:50, harapannya angka oktannya naik jadi RON 91. Secara hitungan matematika di atas kertas, emang bener angka oktannya bakal berubah di tengah-tengah. Tapi masalahnya, mesin motor kita itu bekerja pakai prinsip mekanis dan kimiawi, bukan cuma hitungan matematika dasar. Jadi, apakah efek tarikan jadi lebih 'enak' itu beneran nyata? BACA JUGA:Piringan Cakram Motor Mulai Tipis, Ini Risiko Kalau Tetap Dipakai Harian Jawabannya adalah: Mitos yang dibungkus sugesti! Kalau Bradsis ngerasa tarikan motor jadi lebih enteng setelah nyampur bensin, kemungkinan besar itu hanyalah efek psikologis alias sugesti karena Bradsis tahu ada unsur Pertamax di dalam tangki. Secara teknis, mencampur dua bahan bakar yang punya spesifikasi dan zat aditif berbeda justru bikin formula keduanya enggak bekerja secara maksimal. Sebagai catatan, pabrikan sudah merancang mesin motor Bradsis dengan rasio kompresi yang spesifik. Mengubah-ubah nilai oktan dengan cara dioplos justru mengacaukan sistem pembakaran yang sudah diatur oleh ECU (Electronic Control Unit). BACA JUGA:Beli Motor Bekas yang Sudah Dimodif, Untung Banyak atau Rawan Masalah? Bukannya untung, keseringan ngoplos Pertalite dan Pertamax justru bisa memicu beberapa masalah serius pada motor kesayangan Bradsis: Pertamax dilengkapi dengan zat aditif pembersih mesin (detergency) yang premium, sedangkan Pertalite punya takaran aditif yang berbeda. Ketika dicampur, zat aditif ini enggak menyatu dengan sempurna. Hasilnya? Efek pembersih dari Pertamax malah jadi hilang total, Bradsis. Karena pembakaran jadi enggak sempurna akibat nilai oktan yang labil, bakal banyak sisa bensin yang enggak terbakar. Sisa-sisa inilah yang nantinya menumpuk jadi kerak karbon di kepala piston dan klep. Kalau udah numpuk, motor Bradsis malah bakal sering ngelitik (knocking) dan performanya turun drastis. BACA JUGA:Suzuki Tebar Promo di Jakarta Fair 2026, DP Mulai Rp 500 Ribu Bisa Bawa Pulang Motor Baru Buat motor matic atau sport zaman sekarang yang udah pakai sistem injeksi, kualitas BBM itu krusial banget. Bensin oplosan yang kotor karena endapan zat aditif bisa menyumbat lubang injector yang ukurannya sangat mikro. Kalau udah tersumbat, siap-siap keluar duit banyak buat ke bengkel, deh!Logika 'Kreatif' di Balik Oplos Pertalite dan Pertamax
Fakta Mengejutkan: Tarikan Enak Cuma Efek Sugesti?
Kenapa Campur BBM Malah Bikin Mesin "Sakit"?
1. Zat Aditif yang Saling Berantem
2. Timbulnya Kerak di Ruang Bakar (Sisa Karbon)
3. Merusak Komponen Fuel Injection
Solusi Terbaik: Sesuaikan dengan Buku Panduan Motor
Kategori :