Untuk mengurangi risiko tersebut, area CVT sebaiknya dibersihkan secara berkala. Debu dari gesekan v-belt dan kampas bisa menumpuk di rumah CVT. Kalau dibiarkan, kotoran ini bisa mengganggu kerja komponen di dalamnya.
BACA JUGA:5 Motor Listrik Murah Rp10 Jutaan Terbaik yang Sudah Lolos Subsidi Pemerintah Per Juni 2026
Pulley dan Per CVT Ikut Berpengaruh ke Performa
Pulley depan, pulley belakang, dan per CVT juga punya peran besar dalam menjaga respons motor matic. Kalau permukaan pulley sudah aus atau baret, pergerakan v-belt jadi kurang maksimal. Akibatnya, perpindahan rasio tidak lagi halus seperti kondisi normal.
Sementara itu, per CVT yang mulai lemah bisa membuat respons tenaga terasa telat. Motor terasa kurang bertenaga saat diajak akselerasi, terutama ketika membawa beban atau melewati jalan menanjak.
Karena itu, pengecekan CVT sebaiknya tidak dilakukan setengah-setengah. Jangan hanya fokus pada satu komponen, karena seluruh bagian di dalam CVT saling berkaitan.
Cara Biar CVT Motor Matic Lebih Awet
Agar komponen CVT motor matic lebih awet, Bradsis bisa mulai dari kebiasaan berkendara yang lebih halus. Hindari membuka gas secara mendadak terlalu sering, terutama saat motor baru mulai jalan. Kebiasaan ini bisa bikin v-belt, roller, dan kampas ganda bekerja lebih berat.
Selain itu, lakukan servis CVT secara rutin. Pembersihan area CVT penting untuk membuang debu dan kotoran yang menempel. Kalau ada komponen yang sudah aus, sebaiknya langsung diganti dengan part berkualitas agar performa motor tetap enak dipakai harian.