Sering Dipakai Harian, Komponen CVT Motor Matic Ini Paling Rentan Aus dan Bikin Tenaga Loyo

Sering Dipakai Harian, Komponen CVT Motor Matic Ini Paling Rentan Aus dan Bikin Tenaga Loyo

CVT motor matic rentan aus jika sering dipakai harian. Kenali komponen yang bikin tarikan loyo dan cara merawatnya--Daya Auto

MOTOREXPERTZ.COM -- Motor matic memang praktis banget buat harian, Bradsis. Tinggal gas, jalan, dan enggak perlu repot oper gigi. Tapi di balik kemudahan itu, ada satu bagian penting yang sering kerja keras setiap hari, yaitu CVT.

CVT atau Continuously Variable Transmission jadi sistem penggerak utama pada motor matic. Komponen ini bertugas menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang secara halus. Masalahnya, karena selalu bekerja setiap kali motor dipakai, beberapa komponen di dalam CVT punya risiko aus lebih cepat.

Kalau komponen CVT mulai aus, efeknya bisa langsung terasa. Seperti tarikan motor jadi berat, akselerasi lemot, suara mesin terdengar meraung, bahkan konsumsi bensin bisa ikut lebih boros.

Nah, buat Bradsis yang tiap hari pakai motor buat kerja, kuliah, nganter barang, atau riding jarak dekat, kondisi ini jelas bikin enggak nyaman.

BACA JUGA:Bore Up Motor Matic Buat Harian? Ini Kelebihan, Kekurangan, dan Risiko yang Perlu Bikers Ketahui

V-Belt Jadi Komponen CVT yang Paling Sering Kerja Keras

Salah satu komponen CVT motor matic yang paling rentan aus adalah v-belt. Komponen ini punya tugas penting untuk meneruskan putaran mesin dari pulley depan ke pulley belakang. Karena bekerja dengan gesekan dan putaran tinggi, v-belt bisa mengalami getas, retak halus, hingga melar.

Gejala v-belt mulai lemah biasanya terasa dari tarikan awal yang berat. Motor seperti telat merespons saat tuas gas dibuka. Dalam kondisi tertentu, motor juga terasa bergetar saat mulai jalan. Kalau dibiarkan terlalu lama, risiko terburuknya v-belt bisa putus di jalan.

Makanya, Bradsis perlu rutin mengecek kondisi v-belt sesuai rekomendasi servis. Jangan cuma tunggu motor mogok dulu baru dibongkar, karena kerusakan v-belt bisa merembet ke komponen CVT lainnya.

BACA JUGA:Dari 2-Tak Sampai Matic, 25 Ribu Vespa 'Geruduk' Kota Roma Rayakan Anniversary ke-80

Roller Aus Bikin Tarikan Motor Matic Jadi Berat

Selain v-belt, roller juga jadi komponen CVT yang mudah aus, terutama pada motor matic yang sering stop and go di kemacetan. Roller bekerja membantu perubahan rasio pada pulley depan. Saat bentuk roller mulai peyang atau tidak bulat sempurna, performa motor otomatis ikut menurun.

Ciri roller aus biasanya terasa dari akselerasi yang tidak halus. Motor bisa terasa ngempos di putaran bawah atau malah meraung tapi laju kendaraan tidak sebanding. Buat penggunaan harian, kondisi ini bikin motor terasa loyo dan kurang responsif.

Roller yang sudah aus sebaiknya diganti satu set, bukan hanya satu atau dua buah saja. Tujuannya supaya bobot dan pergerakannya tetap seimbang saat CVT bekerja.

BACA JUGA:Mental Juara Diva Ismayana Bawa Ducati MX Team Indonesia Berjaya di Kejurnas Motocross Bekasi

Kampas Ganda Juga Bisa Bikin Motor Gredek

Komponen lain yang enggak kalah penting adalah kampas ganda. Bagian ini berfungsi meneruskan tenaga ke roda belakang saat putaran mesin mulai naik. Kalau permukaannya kotor, aus, atau sudah keras, motor bisa terasa gredek saat tarikan awal.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
APPS ME
Berita Terpopuler