MOTOREXPERTZ.COM --- Di tengah situasi harga bahan bakar minyak (BBM) yang cenderung terus naik, banyak dari kita yang mulai merasa pusing dengan pengeluaran bulanan.
Bagi para pengguna sepeda motor, pengeluaran untuk bensin memang menjadi salah satu beban terbesar yang tidak bisa dihindari. Namun, tahukah Brads, kalau sebenarnya ada banyak faktor di luar harga BBM itu sendiri yang menentukan seberapa irit motor kalian?
Seringkali, kebiasaan berkendara yang kurang tepat dan perawatan mesin yang terabaikan justru menjadi penyebab utama mengapa bensin jadi boros tanpa kita sadari.
Yuk, saatnya ubah kebiasaan lama dan mulai menerapkan cara-cara cerdas untuk membuat motor lebih hemat bahan bakar. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa Brads terapkan mulai hari ini agar dompet tidak makin tipis.
BACA JUGA:Tips Perpanjang STNK Secara Online di Tahun 2026 Tanpa Antre Panjang
BACA JUGA:Tips Memanaskan Motor Injeksi yang Masih Sering Salah Dipahami
Pertama, jangan pernah sepelekan tekanan angin ban. Banyak yang tidak sadar bahwa ban yang kurang angin bisa membuat beban kerja mesin menjadi jauh lebih berat.
Ketika ban kempes, area kontak ban dengan permukaan aspal menjadi lebih luas dan hambatan gulir meningkat, sehingga mesin membutuhkan tenaga ekstra hanya untuk memutar roda.
Hasilnya? Konsumsi bensin jadi jauh lebih boros. Selain itu, ban yang kurang angin membuat handling motor jadi tidak stabil dan memperpendek usia pakai ban itu sendiri. Pusing kan, kalau harus ganti ban di saat harga bensin lagi jahat seperti sekarang?
Kedua, perhatikan selalu kondisi filter udara motor kalian. Filter udara yang kotor akan menghambat aliran udara bersih yang sangat dibutuhkan ke ruang bakar.
Perlu diingat, pembakaran yang optimal membutuhkan campuran udara dan bensin yang pas. Jika aliran udara tersumbat, pembakaran menjadi kurang sempurna dan konsumsi bensin otomatis meningkat. Pastikan untuk rutin membersihkan atau mengganti filter udara secara berkala sesuai dengan jadwal servis.
Ketiga, kurangi beban yang dibawa. Semakin berat beban yang diangkut oleh motor, semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan mesin untuk menggerakkannya. Kalau memang tidak perlu-perlu banget, jangan jadikan motor sebagai gudang berjalan. Kurangi barang bawaan agar mesin tidak harus "kerja rodi".
Keempat, jangan lupa untuk rajin melakukan servis rutin di bengkel kepercayaan. Komponen vital seperti busi, injektor, throttle body, dan oli mesin harus mendapatkan perhatian khusus.
BACA JUGA:Sering Terjebak Macet? Ini Komponen Motor yang Paling Cepat Aus dan Diam-Diam Bikin Kantong Jebol
BACA JUGA:Terlalu Sering Terpapar Panas Matahari? Ini 3 Komponen Motor yang Paling Cepat Rusak Tanpa Disadari