MOTOREXPERTZ.COM -- Busi menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pembakaran motor sehingga kondisinya perlu diperhatikan secara berkala.
Seiring pemakaian, warna elektroda busi dapat berubah dan kondisi tersebut ternyata bisa menjadi petunjuk mengenai proses pembakaran di dalam mesin.
Busi standar berbahan nikel umumnya memiliki umur pakai sekitar 6.000-12.000 kilometer atau kurang lebih satu tahun, sedangkan busi iridium dapat digunakan hingga 20.000-50.000 kilometer atau lebih.
Karena itu, perubahan warna pada busi sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai hal biasa.
BACA JUGA:Antisipasi Demo 24 September 2026, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
BACA JUGA:Piaggio Indonesia Pajang Vespa LX 150 di PIM 2, Guyur Promo Jutaan Rupiah
Busi Motor Baru Cepat Rusak? Bisa Jadi Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya---Suzuki
Busi Hitam Bisa Jadi Tanda Masalah Pembakaran
Elektroda busi yang berubah menjadi hitam umumnya berkaitan dengan proses pembakaran yang tidak berlangsung optimal.
Kondisi ini dapat terjadi ketika komposisi bensin dan udara tidak seimbang sehingga menghasilkan kerak karbon yang menempel pada permukaan busi.
Kerak karbon yang cukup banyak juga dapat berkaitan dengan kondisi ruang bakar yang kotor atau ring piston yang mulai lemah.
Jika menemukan kondisi tersebut, kamu sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar penyebabnya bisa diketahui sebelum memengaruhi kinerja mesin.
BACA JUGA:Ingin Naik Kelas dari yang Pertama, Ini 3 Motor yang Cocok untuk Pemula
BACA JUGA:Pertamina Lubricants Bagi-bagi Kuota Internet Gratis untuk Driver Ojol, Begini Syaratnya
Warna Merah Bata Tidak Selalu Berarti Buruk
Busi dengan elektroda berwarna merah bata perlu dilihat bersama kondisi permukaan dan insulatornya.
Jika warnanya merah bata, bersih, serta insulator terlihat putih, kondisi tersebut umumnya menunjukkan pembakaran berjalan dengan baik dan busi masih bekerja sebagaimana mestinya.