Masih Sering Bonceng Anak di Depan? Hati-hati, 5 Risiko Fatal Ini Mengintai Si Kecil!

Masih Sering Bonceng Anak di Depan? Hati-hati, 5 Risiko Fatal Ini Mengintai Si Kecil!

Illustrasi Pemotor Bonceng Anak di Depan--IStockPhoto

1. Posisi Duduk di Belakang

Pastikan anak duduk di belakang pengendara secara tegak dan rapat. Posisi ini jauh lebih stabil untuk keseimbangan motor. Pastikan kaki anak sudah mampu menapak pada footstep (pijakan kaki) dengan sempurna.

2. Gunakan Alat Bantu Keamanan

Jika tangan anak belum cukup kuat mendekap pengendara, gunakan sabuk bonceng khusus. Hindari membiarkan tangan anak bebas tanpa pegangan yang kuat pada pinggang orang tua.

BACA JUGA:VinFast Luncurkan 4 Skuter Listrik Baru, Perkuat Ekosistem Tukar Baterai

3. Kontrol Kecepatan Berkendara

Hindari memacu motor dengan kecepatan tinggi. Bukaan gas yang tiba-tiba bisa membuat anak terlempar ke belakang.

Selain itu, pilihlah rute yang paling aman dan rencanakan waktu perjalanan agar anak tidak kelelahan atau terpapar panas ekstrem.

4. Sering Ajak Komunikasi

Selalu ajak anak berinteraksi selama di perjalanan. Tanyakan kondisinya secara berkala, apakah ia mengantuk, haus, atau merasa tidak nyaman.

Anak yang mengantuk saat dibonceng sangat berbahaya karena keseimbangannya akan hilang total.

BACA JUGA:Royal Enfield Super Meteor 650 2026 Resmi Meluncur, Cruiser 650 cc Nyaman dengan Gaya Premium

5. Gunakan Perlengkapan Berkendara Lengkap

Risiko kecelakaan bagi pembonceng sama besarnya dengan pengendara. Pastikan anak memakai helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya