MotoGP: Honda HRC Castrol Tunjuk Mikihiko Kawase Jadi Manajer Tim Baru untuk Musim 2027
Honda HRC Castrol menunjuk Mikihiko Kawase sebagai manajer tim baru untuk MotoGP musim 2027--Honda HRC
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting buat Kawase. Ia tidak hanya memahami kultur kerja Honda, tetapi juga tahu betul bagaimana proses pengembangan motor balap berjalan dari sisi teknis.
Karena itu, pilihan Honda terhadap Kawase bisa dibaca sebagai langkah untuk menjaga kesinambungan tim dari dalam.
BACA JUGA:Catat! Dishub DKI Jakarta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Monas Jumat 19 Juni 2026
Kawase Merasa Terhormat Pimpin Honda
Mikihiko Kawase mengaku bangga mendapat kesempatan memimpin tim sebesar Honda HRC Castrol.
Ia sadar, Honda bukan tim sembarangan di MotoGP. Pabrikan Jepang ini punya sejarah panjang, nama besar, dan catatan sukses yang sudah mengakar kuat di dunia balap motor.
“Saya merasa terhormat memiliki kesempatan ini untuk memimpin tim dengan sejarah dan kesuksesan yang begitu besar,” ujar Kawase.
Kawase juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Honda dan Alberto Puig. Menurutnya, Puig selama ini menjadi mentor sekaligus penasihat penting dalam perjalanan kariernya di HRC.
“Saya harus berterima kasih kepada Honda atas kesempatan ini dan juga kepada Alberto Puig yang telah menjadi mentor dan penasihat hebat selama bertahun-tahun. Dukungan dari keduanya akan sangat penting bagi kesuksesan tim di masa depan,” lanjutnya.
BACA JUGA:Bergaya Klasik dengan Fitur Modern, Harley-Davidson Hidupkan Lagi Nama Besar Super Glide
MotoGP 2027 Jadi Momen Krusial
Tugas Kawase jelas tidak ringan. Ia akan mulai memimpin Honda HRC Castrol saat MotoGP memasuki salah satu fase paling penting dalam sejarah modernnya.
Seperti yang kita tahu, pada 2027 MotoGP akan menerapkan perubahan besar dalam aturan dan regulasi teknis.
Bahkan, Kawase menyebut perubahan tersebut sebagai yang terbesar sejak kejuaraan dunia balap motor ini beralih dari mesin dua tak ke mesin empat tak.
“Tahun 2027 akan menjadi tahun bersejarah bagi MotoGP dengan perubahan terbesar pada aturan dan regulasi sejak kejuaraan ini beralih dari mesin dua tak ke mesin empat tak,” kata Kawase.
Bagi Honda, perubahan regulasi ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang. Di satu sisi, mereka harus menyesuaikan arah pengembangan motor dengan aturan baru. Namun di sisi lain, regulasi baru juga bisa menjadi pintu masuk untuk mengejar ketertinggalan dari rival-rivalnya.
BACA JUGA:Hadir dalam 3 Varian, NHK Luncurkan Helm Open Face S2 Series Terbaru
Line-up Pembalap Honda Masih Jadi Tanda Tanya
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
