Pasang Busi Racing di Mesin Motor Standar, Ini Efek dan Risikonya yang Wajib Bikers Ketahui
Pasang busi racing di motor standar belum tentu bikin tenaga naik. Kenali efek, risiko salah heat range, dan cara memilih busi yang aman untuk harian.--Honda Community
Sebaliknya, busi yang terlalu panas berisiko mengalami temperatur berlebihan. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat memicu pembakaran tidak normal dan membuat elektroda busi lebih cepat rusak.
BACA JUGA:Gokil! 21 Tahun Mengaspal, TVS Apache Tembus 7 Juta Pengguna Global
Celah Elektroda Tidak Sesuai Bisa Bikin Mesin Brebet
Celah elektroda atau gap busi juga tidak boleh diabaikan. Celah yang terlalu lebar membutuhkan tegangan pengapian lebih tinggi.
Jika koil standar tidak mampu menghasilkan tegangan yang stabil, mesin bisa mengalami misfire atau brebet saat putaran mesin dinaikkan.
Sementara celah yang terlalu sempit dapat membuat percikan api kurang optimal dalam membakar campuran udara dan bahan bakar.
Oleh sebab itu, penyetelan celah busi sebaiknya tetap mengikuti rekomendasi pabrikan atau spesifikasi mesin.
Ukuran Busi Wajib Pas
Selain heat range dan celah elektroda, diameter serta panjang ulir busi juga harus benar-benar sesuai.
Busi yang terlalu panjang dapat menonjol terlalu jauh ke dalam ruang bakar. Pada jenis mesin tertentu, ujung busi bahkan berisiko bersentuhan dengan piston atau klep.
Sebaliknya, busi yang terlalu pendek membuat posisi percikan api kurang ideal. Sebagian ulir di kepala silinder juga bisa terkena kerak sisa pembakaran.
Memasang busi dengan ukuran yang salah atau mengencangkannya secara berlebihan juga berisiko merusak drat kepala silinder.
BACA JUGA:Gigi Dall’Igna Tak Gentar Ducati Tertinggal dari Aprilia, Yakin Bisa Bangkit di Paruh Kedua Musim
Harga Mahal Belum Tentu Lebih Awet
Busi racing yang harganya lebih mahal belum tentu memiliki usia pakai lebih panjang. Sebab, beberapa busi kompetisi lebih fokus menjaga kestabilan percikan api saat mesin bekerja dalam kondisi ekstrem.
Jika spesifikasinya tidak cocok dengan mesin standar, busi racing justru bisa lebih cepat kotor atau mengalami penurunan performa.
Karena itu, kondisi elektroda, warna ujung busi, dan tumpukan kerak tetap perlu diperiksa secara berkala.
Intinya, busi racing lebih cocok digunakan pada motor yang mesinnya sudah dimodifikasi, memiliki kompresi lebih tinggi, atau sering dipakai dalam kondisi beban berat.
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
