Banyak Dijual Murah, Aman Enggak Sih Pakai Ban Vulkanisir Buat Motor Harian?

Banyak Dijual Murah, Aman Enggak Sih Pakai Ban Vulkanisir Buat Motor Harian?

Illustrasi Ban Vulkanisir--Facebook

Belum lagi potensi getaran kalau penempelan karet tapaknya kurang rata. Dalam skenario terburuk, lapisan tapak vulkanisir ini bisa terkelupas di tengah jalan akibat suhu panas saat berputar, tekanan angin yang kurang pas, atau lem perekat yang kurang menggigit.

BACA JUGA:Perdana Digelar di Sumatera, Yamaha CLASSY Ride & Chill Diserbu Ratusan Bikers

Jangan Cuma Terkecoh Alur Kembangan yang Tebal

Kesalahan fatal yang sering dilakukan pengendara adalah menilai ban hanya dari ketebalan alurnya saja. Padahal, penampilan luar yang kelihatan tebal sama sekali nggak menjamin struktur di dalamnya masih sehat.

Karkas atau kerangka ban bekas tersebut mungkin saja pernah menghantam lubang dengan keras, sering jalan dalam kondisi kempis, memikul beban kelewat berat, atau bahkan sudah kenyang ditambal sana-sini. Kerusakan-kerusakan mikro di dalam ban seperti ini jelas mustahil kelihatan kalau ban sudah selesai dipoles dan divulkanisir.

Makanya, Bradsis wajib waspada kalau menemukan tanda-tanda mencurigakan seperti retakan halus di dinding ban, permukaan tapak yang bergelombang, benjolan, sambungan karet yang tidak rapi, atau bentuk ban yang sudah tidak bulat sempurna lagi. 

Risiko Ekstra Saat Hujan dan Kecepatan Tinggi

Mungkin ada yang mikir, "Kan cuma dipakai dekat-dekat, pasti aman lah." Jangan salah, jalanan perkotaan justru punya tantangan yang lebih kompleks, penuh pengereman mendadak, lubang yang tak terduga, polisi tidur, hingga genangan air tipis yang licin.

Saat musim hujan tiba, fungsi alur ban untuk membuang air sangatlah vital. Kalau pola tapaknya kurang presisi atau bahan karet (kompon) yang dipakai terlalu keras, siap-siap saja motor kehilangan daya cengkeram di jalan basah.

Tekanan ban juga makin berat saat Bradsis berboncengan, membawa barang bawaan, atau saat melaju kencang di jalan lengang. Suhu panas yang dihasilkan dari gesekan ban dengan aspal bisa memicu tapak vulkanisir terlepas dari karkasnya.

Kalau Terpaksa Membeli, Cek Bagian Ini!

Kalau kondisi keuangan memang benar-benar mepet dan terpaksa harus mempertimbangkan ban vulkanisir, jangan asal ambil yang paling murah. Usahakan cek beberapa bagian berikut ini:

  • Periksa Dinding Ban: Pastikan bersih dari retakan, sobekan, atau benjolan sekecil apa pun.
  • Cek Permukaan Tapak: Raba permukaannya secara detail, pastikan rata dan tidak bergelombang.
  • Lihat Sambungan Karet: Hindari jika sambungan lapisan karet baru terlihat renggang atau ada celah terbuka.
  • Pilih Ukuran Standar: Sesuaikan dengan ukuran rekomendasi pabrikan motor.
  • Produsen & Garansi: Cari penjual atau produsen yang jelas dan berani memberikan jaminan/garansi produk.
  • Jaga Tekanan Angin: Setelah terpasang, wajib cek tekanan angin secara rutin. Kurang angin bikin ban cepat panas dan rentan copot tapaknya, sedangkan terlalu keras bikin ban licin karena area kontak ke aspal berkurang.

Kesimpulannya sih, dibanding bertaruh nyawa dengan ban vulkanisir yang kondisinya abu-abu, melirik ban baru kelas ekonomis sebenarnya jauh lebih masuk akal.

Sekarang sudah banyak kok ban baru dengan harga terjangkau, ukuran lengkap, dan dari merek terpercaya. Selisih harganya mungkin terasa lumayan di awal, tapi Bradsis mendapatkan jaminan karkas, dinding, dan struktur ban yang 100% gres dari pabrik. Usia pakai dan kondisinya pun jauh lebih mudah dipantau.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya