MotoGP Tak Mau Kecolongan Lagi, Tragedi Simoncelli Melahirkan Revolusi Sistem Medis
Pelatihan Tim Medis Tangani Kecelakaan Pembalap di Sirkuit Mandalika--MGPA
MOTOREXPERTZ.COM -- Kecepatan ekstrem, persaingan elbow-to-elbow, dan risiko kecelakaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari MotoGP, tetapi ada satu aspek penting yang bekerja di balik layar untuk menjaga keselamatan para pembalap, yakni sistem medis.
Direktur Medis MotoGP, Dr. Angel Charte, dalam perbincangannya bersama jurnalis Manuel Pecino, mengungkap bagaimana standar penanganan Medis di kejuaraan dunia berubah secara drastis setelah tragedi Marco Simoncelli di Sepang, Malaysia, pada 2011.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu titik evaluasi terbesar karena memperlihatkan bahwa kecepatan evakuasi dan kemampuan memberikan pertolongan pertama di lokasi kecelakaan dapat menentukan peluang seorang pembalap untuk bertahan hidup.
Kini, MotoGP menerapkan sistem medis yang jauh lebih terintegrasi, termasuk kemampuan memberikan penanganan intensif sedekat mungkin dengan titik kecelakaan.
BACA JUGA:Bukan Cuma Faktor Usia, Ini Penyebab Bearing Roda Depan Motor Cepat Rusak
BACA JUGA:Infus Injector di Motor Injeksi, Benarkah Bisa Bikin Tarikan Mesin Kembali Enteng? Ini Penjelasannya

Legenda Pembalap MotoGP, Marco Simoncelli--MotoGP
Tragedi Simoncelli Jadi Titik Balik Keselamatan MotoGP
Kecelakaan Marco Simoncelli pada Minggu, (23/10/2011) di Sirkuit Sepang menjadi salah satu momen paling kelam dalam sejarah MotoGP. Insiden tersebut sekaligus membuka evaluasi besar terhadap sistem penanganan medis yang digunakan di ajang balap motor kelas dunia ketika itu.
Menurut Charte, salah satu persoalan yang muncul berkaitan dengan proses transportasi korban dari lokasi kecelakaan menuju fasilitas medis.
Ia menjelaskan, “Ketika kecelakaan itu terjadi, timbul masalah besar pada proses transportasi — mulai dari penanganan tandu, evakuasi ambulans, hingga struktur fasilitas medis yang secara kompetensi belum siap menghadapi skenario seburuk itu di tempat.”
Peristiwa tersebut kemudian mendorong perubahan besar dalam cara MotoGP memandang keselamatan pembalap. Prinsip yang ingin dicapai adalah memberikan setiap korban kecelakaan “chance of survival” atau kesempatan untuk bertahan hidup dengan menghadirkan kemampuan perawatan intensif sedekat mungkin dengan lintasan.
BACA JUGA:Jangan Sembarangan Gonta-ganti Jenis BBM, Ini Penjelasan Soal Oktan dan Pengaruhnya ke Mesin
BACA JUGA:Motoran Jarak Jauh Saat Musim Kemarau, Ini Persiapan Wajib Biar Perjalanan Tetap Aman dan Nyaman

Kecelakaan Pembalap HRC MotoGP, Joan Mir--Crash
ICU Trackside, Setiap Detik Bisa Menentukan
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
