Kok Bisa? Insentif Motor Listrik 2026 Tak Lagi Rp5 Juta, Ini Besaran Terbarunya
Indonesia Resmi Punya Motor Listrik Nasional, Prabowo Tekankan Kemandirian Teknologi-Sekretariat Presiden-Youtube
MOTOREXPERTZ.COM -- Rencana insentif pembelian motor listrik yang akan bergulir dalam waktu dekat mengalami perubahan nilai bantuan, dari sebelumnya direncanakan Rp5 juta menjadi Rp3 juta per unit.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut insentif tersebut disiapkan untuk 1 juta unit motor listrik produksi dalam negeri, dengan total anggaran mencapai Rp3 triliun.
Meski kuotanya mencapai 1 juta unit, pemerintah memperkirakan program tersebut belum akan terserap seluruhnya pada tahun ini karena kapasitas produksi nasional masih terbatas.
Kebijakan ini tetap diarahkan untuk mendukung perkembangan industri kendaraan listrik sekaligus mendorong penggunaan motor listrik di Indonesia.
BACA JUGA:ZXMoto 500RR: Motor Sport 4-Silinder yang Punya Top Speed 235 Km/Jam
BACA JUGA:Dua Kali Runner-Up, Ini yang Bikin Jack Miller Ketagihan Balapan di Suzuka 8 Hours
Insentif Rp3 Juta untuk 1 Juta Motor Listrik
Purbaya menjelaskan, anggaran Rp3 triliun tersebut disiapkan berdasarkan skema insentif Rp3 juta untuk setiap unit motor listrik. Namun, pemerintah tidak memperkirakan seluruh kuota 1 juta unit akan terealisasi pada tahun ini.
"Itu programnya sama. Jadi 1 juta itu pasti nggak habis tahun ini kan kalau kita lihat. Kalau nggak salah masing-masing Rp 3 juta. (Anggarannya) Rp 3 triliun," ujar Purbaya di Jakarta, Kamis, (20/08/2026).
Penyerapan Diperkirakan Baru 100.000 Unit
Terbatasnya kapasitas produksi menjadi salah satu alasan pemerintah memperkirakan penyerapan insentif masih jauh dari kuota yang tersedia. Purbaya menyebut realisasi pemberian insentif kemungkinan baru berada di kisaran 100.000 unit hingga akhir 2026, meskipun pemerintah tetap membuka kemungkinan melakukan penyesuaian anggaran apabila kebutuhan di lapangan meningkat.
"Itu masih kita lihat apakah daya serapnya cukup tahun ini untuk menyerap semua uang itu. Kayaknya sih nggak. Kan kapasitas produksi motor nasional belum sampai 1 juta kan. Ada yang cuma 20 ribu. Saya pikir paling 100 ribu sampai akhir tahun. Jadi nanti saya pikirkan apa bisa ditambah," katanya.
Ditargetkan Mulai September 2026
Sebelumnya, pemerintah menyampaikan bahwa program insentif motor listrik ditargetkan mulai berjalan pada September 2026.
Purbaya juga mengatakan dirinya akan berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk membahas kelanjutan program tersebut, terutama karena Kementerian Perindustrian menyebut kebijakan insentif saat ini tinggal menunggu penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
