Posisi Klasemen Digeser Jorge Martin, Marc Marquez Siap Bikin Kejutan di MotoGP Jepang 2026
Ducati mengungkap masalah rem Marc Marquez di MotoGP Austria sudah teratasi. --Gold and Goose
MOTOREXPERTZ.COM -- Masih ingat momen apes Marc Marquez di GP Austria lalu? Tuas rem depan Desmosedici miliknya yang ujug-ujug ngempos dan bikin performanya melorot drastis.
Saking parahnya, The Baby Alien bahkan sempat kepikiran buat turn back alias mundur dari balapan sebelum akhirnya finish di posisi kelima.
Untungnya jelang GP Jepang kemarin, kubu Borgo Panigale mengonfirmasi bahwa mereka sudah menemukan biang kerok dari masalah teknis tersebut.
Davide Tardozzi, Manajer Tim Ducati, menegaskan bahwa para teknisi telah mengunci solusi agar drama rem blong atau tidak konsisten ini tak bakal terulang lagi.
"Ya, sekarang kami sudah tahu persis apa yang terjadi dan kami pastikan hal serupa tak akan terulang lagi," katanya.
Meski begitu, pria kawakan asal Italia ini memilih bungkus rapat-rapat dapur teknis timnya. Ia menolak membeberkan secara detail ke publik soal komponen apa yang sejatinya mengalami failure.
BACA JUGA:Marc Marquez dan Ducati Waspadai Ban Baru Michelin di MotoGP Jepang 2026
"Sejauh ini semuanya sudah sangat jelas bagi kami," tutur Tardozzi.
Tardozzi juga tak menampik kalau kegagalan di Red Bull Ring merupakan apes besar buat Ducati. Padahal sirkuit tersebut boleh dibilang merupakan "kandang kedua" yang ramah buat Desmosedici.
Tapi ya namanya balapan, sengit dan tak terduga, terbukti Pedro Acosta dan para penunggang Aprilia termasuk Jorge Martin justru yang berhasil menguasai podium.
"Itu memang kesempatan yang terlewatkan. Tapi ya ini bagian dari total 22 seri balapan," ucap Tardozzi.
Posisi Klasemen Marquez Digeser Jorge Martin
Seperti diketahui, Marquez terpaksa main aman dan memilih legowo finis kelima pada balapan utama MotoGP Austria pekan lalu.
Hasil apes itu berbuntut panjang. Marquez terpaksa melorot dari klasemen sementara, digeser Jorge Martin yang tampil ciamik dan berhasil finis kedua.
Menatap sisa musim, Ducati sadar jalur yang dilalui tak akan selalu mulus. Desmosedici tidak bisa dipaksa selalu jadi yang tercepat di semua karakter trek, apalagi persaingan kini makin merata.
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
