MOTOREXPERTZ.COM --- Banyak orang mengira balap motor seperti MotoGP atau World Super Bike (WSBK) cuma soal gas pol dan nyali besar.
Padahal, di balik kecepatan tinggi dan manuver ekstrem, stamina pembalap motor dituntut setara bahkan bisa lebih berat dibanding pemain sepak bola. Bukan lebay, ini fakta di dunia balap profesional.
Balap Motor Itu Fisik, Bukan Duduk Santai
Dalam satu race, pembalap motor bisa menghabiskan waktu 30–45 menit tanpa henti di atas motor.
Selama itu, tubuh mereka terus bekerja keras: menahan g-force saat menikung, mengerem keras, dan menjaga keseimbangan di kecepatan tinggi.
BACA JUGA:Daftar Pembalap MotoGP 2026: Menanti Kejutan Toprak Razgatlioglu
BACA JUGA:Mulai Pulih Cedera, Marc Marquez Langsung Tebar Ancaman Jelang MotoGP 2026
Detak jantung pembalap bisa stabil di angka tinggi, mirip pemain bola yang lari nonstop selama 90 menit.
Beban Panas dan Dehidrasi Ekstrem
Berbeda dengan lapangan bola yang relatif terbuka, pembalap motor berada di atas mesin panas dengan perlengkapan balap lengkap.
Suhu di dalam racing suit bisa sangat tinggi. Kehilangan cairan lewat keringat jadi tantangan serius. Tanpa stamina dan kondisi fisik prima, fokus bisa turun drastis hanya dalam beberapa lap.
Kekuatan Otot Jadi Kunci
Pemain bola butuh kaki kuat, pembalap motor butuh seluruh tubuh. Leher, lengan, bahu, core, hingga paha bekerja keras menahan motor saat menikung dan akselerasi.
Saat stamina turun, motor terasa makin berat dan kontrol jadi tidak maksimal. Inilah alasan pembalap rutin latihan angkat beban, cardio, dan endurance seperti atlet sepak bola.
BACA JUGA:MotoGP 2026: Jangan Harap Lihat Gaya Balap Toprak Razgatlioglu Sama seperti di WSBK