BACA JUGA:Toprak Razgatlioglu: Berikan Waktu Satu Tahun, Maka akan Saya Taklukkan MotoGP!
Fokus Mental Ikut Terkuras
Stamina bukan cuma fisik, tapi juga mental. Dalam kecepatan lebih dari 300 km/jam, kesalahan sepersekian detik bisa berujung fatal.
Ketika tubuh lelah, refleks melambat dan konsentrasi buyar. Sama seperti pemain bola yang rawan blunder saat kelelahan, pembalap motor sangat bergantung pada kondisi fisik untuk menjaga keputusan tetap presisi.
Latihan Pembalap Mirip Atlet Sepak Bola
Tak heran banyak pembalap profesional menjalani latihan lari jarak jauh, sepeda, renang, hingga latihan interval intens.
Pola latihannya sangat mirip dengan pemain bola, meningkatkan VO2 max, daya tahan, dan pemulihan tubuh.
Hal ini jelas agar membuat mereka juga memiliki stamina yang kuat dan fisik yang sehat untuk bisa bertarung dengan kondisi cuaca juga.
Bedanya dengan pemain sepak bola adalah, pembalap juga harus melatih kekuatan leher dan keseimbangan ekstrem.
BACA JUGA:Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Resmi Diumumkan, Catat Tanggalnya!
BACA JUGA:Kalender Lengkap MotoGP 2026: Indonesia di Seri Berapa?
Balap motor bukan cuma soal mesin kencang dan keberanian. Tanpa stamina setara pemain bola, pembalap tidak akan mampu bertahan di level tertinggi.
Fisik kuat menjaga fokus, konsistensi, dan keselamatan di lintasan. Jadi kalau masih mikir balap motor itu cuma duduk sambil gas, mungkin sudah saatnya lihat olahraga ini dari sisi yang lebih realistis.
Wajar jika tak sedikit para pembalap MotoGP memiliki tubuh yang terbilang atletis, meski kebanyakan terlihat kurus.
Sekedar mengingatkan, MotoGP 2026 bakal dimulai pada bulan Maret 2026 mendatang, sedangkan tes uji coba motor dilakukan pada bulan Februari 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia.