Proposal "15 poin" yang diajukan Washington masih ditelaah oleh Teheran dengan nada skeptis. Selama meja perundingan masih dingin, maka mesin perang di Selat Hormuz akan tetap panas.
Pada akhirnya, Selat Hormuz menjadi bukti betapa rapuhnya sistem energi global terhadap guncangan geopolitik. Selama ketegangan antara kekuatan besar di kawasan tersebut belum mereda, harga minyak mentah dipastikan akan tetap berada di jalur yang tidak pasti. Dunia kini hanya bisa menunggu apakah diplomasi akan menang, atau justru blokade total yang akan terjadi.