MOTOREXPERTZ.COM -- Banyak pengendara mencoba mencampur bensin Pertalite (oktan 90) dengan Pertamax (oktan 92) atau Pertamax Turbo (oktan 98) untuk menghemat biaya bahan bakar.
Namun, tindakan ini ternyata membawa dua risiko besar bagi mesin dan performa kendaraan.
Mengutip beberapa sumber, percampuran ini berpengaruh langsung pada proses pembakaran di ruang bakar.
Oktan dalam bensin berfungsi sebagai lamanya waktu bahan bakar bisa terbakar sempurna saat kompresi tinggi.
BACA JUGA:Makin Keren! New Honda Stylo 2026 Kini Punya Warna Burgundy, Dijual Rp 33 Jutaan
Nilai Oktan Menurun dan Potensi Detonasi
Kerugian pertama mencampur BBM berbeda jenis adalah menurunnya kualitas bensin beroktan tinggi. Meski dicampur dengan Pertamax atau Pertamax Turbo, bensin oktan rendah belum tentu meningkatkan nilai oktan signifikan.
Seharusnya bensin beroktan tinggi memiliki ketahanan detonasi lebih baik, namun percampuran ini membuat nilai oktan berubah sehingga ada potensi mesin mengalami detonasi dan performa ledakan pembakaran menurun.
Aditif BBM Tidak Optimal
Kerugian kedua terkait fungsi aditif yang ada pada bensin beroktan tinggi, seperti PERTATEC di Pertamax dan Pertamax Turbo yang berfungsi membersihkan endapan kotoran di mesin.
Saat dicampur dengan bensin oktan rendah, konsistensi aditif berkurang sehingga efektivitasnya menurun. Akibatnya, hasil pembakaran menjadi kotor dan berpotensi meningkatkan residu di ruang bakar.
BACA JUGA:Arai Agaska Debut di World Sportbike 2026: Belajar Keras Taklukkan Yamaha R7 di Portimao!
BACA JUGA:Drama Portimao 2026: Aldi Satya Mahendra Berjuang Lawan Cedera dan Insiden di Lintasan!
Dampak Jangka Panjang untuk Mesin
Selain menurunkan performa, percampuran BBM dengan oktan berbeda bisa mempercepat keausan mesin dan memicu masalah pembakaran tidak sempurna dalam jangka panjang.
Pengendara sebaiknya menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan agar performa optimal, mesin tetap bersih, dan risiko detonasi bisa dihindari.