Efek Cairan Penambal Ban Tubeless, Pelek Korosi dan Balance Bisa Terganggu

Sabtu 04-04-2026,21:00 WIB
Reporter : Prasuda Mega
Editor : T. Sucipto

MOTOREXPERTZ.COM -- Penggunaan cairan anti bocor sebagai lapisan dalam ban tubeless kini banyak diminati karena dianggap praktis. 

Cairan ini akan menutup lubang jika ban terkena tusukan, sehingga pengendara tidak perlu menambal secara manual. 

Pelek Rentan Korosi

Salah satu efek negatif utama adalah korosi pada pelek. Ketika sebuah ban yang diisi cairan penambah ban dalam kurun waktu beberapa bulan dibongkar, terlihat jelas peleknya mulai korosi. 

Terbayang kan jika kondisi tersebut dibiarkan lama, apa yang terjadi pada pelek? Tentu korosi lama-lama akan makin parah. Kerak putih yang muncul pada pelek menjadi indikasi awal kerusakan akibat cairan penambal.

BACA JUGA:Makin Keren! New Honda Stylo 2026 Kini Punya Warna Burgundy, Dijual Rp 33 Jutaan

BACA JUGA:Suzuki Indonesia Recall Ribuan Unit Burgman Street 125 EX Gara-gara Masalah Ini, Buruan Cek Motor Lo Sob!

Gangguan Keseimbangan Ban

Selain merusak pelek, cairan ini juga dapat mengganggu balance ban. Cairan yang berada di dalam ban membuat distribusi berat tidak merata, berpotensi memengaruhi kenyamanan dan kestabilan kendaraan saat melaju di kecepatan tinggi.

Solusi Aman untuk Ban Bocor

Para ahli menyarankan agar ban yang bocor tetap ditambal secara konvensional. Jika bocor sebaiknya ban ditambal, jangan pakai cairan penambal. 

Mengandalkan terus menerus cairan penambal ban untuk solusi jangka panjang justru berisiko merusak pelek dan mengurangi performa ban.

Kategori :