Bagi pembalap profesional, hanya menonton dari pinggir lintasan selama akhir pekan terasa sangat menyakitkan.
Alex Rins mengungkapkan pandangan pribadinya mengenai beratnya menjadi seorang pembalap cadangan yang hanya menunggu.
"Jika akhirnya diterapkan, itu bisa sangat sulit bagi orang yang harus melakukan perjalanan, dan harus tinggal dengan tangan bersilang," jawab Rins.
BACA JUGA:Juarai MotoGP Amerika 2026, Marco Bezzecchi Semakin Jadi Ancaman Serius Marc Marquez
Dalam dunia F1, hampir setiap tim memiliki pembalap cadangan yang memiliki poin Super Licence.
Nama-nama seperti Jack Doohan atau Zhou Guanyu tetap siaga jika ada pembalap utama yang berhalangan.
MotoGP ingin meniru efisiensi ini agar tidak ada motor yang kosong di garis start.
Kasus Maverick Vinales di GP Austin menjadi contoh nyata pentingnya kesiapan baju balap cadangan.
BACA JUGA:Lanjutkan Kemitraan, FIFASTRA Kembali Jadi Sponsor HRC di MotoGP 2026
Kehadiran pembalap cadangan akan memastikan setiap tim tetap kompetitif sepanjang musim kompetisi berlangsung.
Pabrikan kini harus mempertimbangkan alokasi anggaran lebih untuk menggaji pembalap cadangan yang mumpuni.
Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai komersial MotoGP di mata penggemar global dan sponsor.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Liberty Media untuk hiburan balap motor.
Kontrak baru antara tim dan penyelenggara diharapkan segera mencapai titik temu mengenai masalah krusial ini.