Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, mengakui adanya diskusi mengenai usulan pembalap cadangan tersebut.
"Memang benar MotoGP telah menyampaikan keinginan kepada pabrikan agar tim memiliki pembalap cadangan di grand prix," ujar Tardozzi.
Meskipun terdengar ideal, penerapan aturan ini menghadapi tantangan besar dari sisi finansial dan teknis.
Banyak pihak meragukan ketersediaan stok pembalap yang mampu mengimbangi kecepatan motor prototipe MotoGP.
BACA JUGA:Aprilia Makin Menggila! Marco Bezzecchi-Jorge Martin Dominasi MotoGP Amerika 2026
Menemukan belasan pembalap berkualitas tinggi di luar grid utama bukanlah perkara yang mudah.
Beberapa nama mantan pembalap MotoGP seperti Remy Gardner atau Danilo Petrucci sering dikaitkan.
Namun, kesepakatan ekonomi antara konstruktor dan promotor masih menjadi ganjalan utama dalam negosiasi.
Davide Tardozzi meragukan kelayakan rencana ini jika diterapkan dalam waktu dekat secara menyeluruh.
BACA JUGA:MotoGP 2026: Tabrak Jatuh Fabio Di Giannantonio, Marc Marquez Langsung Minta Maaf
"Saya tidak berpikir itu layak. Saat ini, kami memiliki hal-hal prioritas lain di depan untuk ditangani," tegas Tardozzi.
Bagi sebagian pembalap, peran sebagai cadangan permanen dianggap sangat berat secara mental dan emosional.
Mereka harus sering bepergian jauh dari rumah tanpa kepastian akan balapan di hari Minggu.
Alex Rins merupakan salah satu pembalap yang merasa keberatan dengan konsep peran cadangan tetap.
BACA JUGA:Klasemen Sementara MotoGP 2026: Marco Bezzecchi Masih Nyaman di Puncak
Ia pernah merasakan sulitnya berada di sirkuit saat kondisi tubuhnya sedang tidak memungkinkan untuk membalap.