MOTOREXPERTZ.COM --- Perusahaan keselamatan otomotif, Autoliv, memperkenalkan konsep tali helm yang mampu menyesuaikan diri secara otomatis.
Inovasi ini disebut berpotensi mengubah desain helm sepeda motor, meski efektivitasnya dalam meningkatkan keselamatan masih menjadi perdebatan.
Selama ini, perkembangan helm lebih banyak berfokus pada bobot, kekuatan, dan fitur konektivitas, sementara desain tali dagu cenderung tidak banyak berubah.
BACA JUGA:Jangan Nekat! Ini Risiko Ganti Ban Motor Pakai Ukuran Terlalu Gede, Bahaya Sob!
Mekanisme Tali Helm Autoliv yang Dapat Menyesuaikan Sendiri--Visordown
Teknologi Sabuk Pengaman Diadaptasi ke Helm
Sistem baru ini mengadopsi teknologi yang biasa digunakan pada sabuk pengaman mobil. Tali helm dirancang dapat mengendur saat ditarik perlahan, lalu kembali mengencang agar tetap pas di kepala pengendara.
Dalam kondisi tertentu, mekanisme ini juga mampu mengunci posisi tali agar tidak semakin longgar saat terjadi benturan, meskipun belum sepenuhnya jelas bagaimana sistem ini menjaga kenyamanan tanpa menimbulkan rasa tercekik.
Tantangan Desain dan Kebutuhan Nyata
Meski terdengar canggih, masih ada sejumlah tantangan teknis yang perlu dijawab. Salah satunya terkait bagaimana komponen mekanis dapat dimasukkan ke dalam ruang terbatas pada helm tanpa menambah bobot secara signifikan.
Selain itu, muncul pertanyaan mengenai urgensi teknologi ini, mengingat kasus helm terlepas saat kecelakaan relatif jarang dan biasanya disebabkan oleh kesalahan penggunaan atau kualitas produk yang kurang baik.
BACA JUGA:Kejurnas Motocross 2026 Banten, Diva Ismayana Sapu Bersih Podium Juara
BACA JUGA:Komunitas Honda Stylo Malang Tunjukkan Eksistensi di Ajang Modifikasi #ModifAjaDulu
Inovasi Menarik, Tapi Masih Perlu Pembuktian
Secara konsep, teknologi ini menawarkan potensi peningkatan kenyamanan dan konsistensi penggunaan helm.
Namun dalam praktiknya, helm dengan pemasangan yang benar sebenarnya sudah cukup aman digunakan. Inovasi ini pun dinilai masih perlu pembuktian lebih lanjut di kondisi nyata untuk menentukan apakah benar menjadi lompatan besar dalam keselamatan, atau sekadar solusi atas masalah yang sebenarnya tidak terlalu mendesak.