MOTOREXPERTZ.COM -- Ducati terus mendorong inovasi di segmen off-road dengan menghadirkan sistem perawatan mesin berbasis penggunaan nyata.
Teknologi ini sendiri sudah diterapkan pada Ducati Desmo450 MX, yang kini mengusung konsep predictive maintenance alias perawatan prediktif.
Jadi bukan lagi patokannya sekadar jam pakai atau interval standar, tapi benar-benar melihat seberapa berat mesin bekerja di lapangan.
Sistem ini dikembangkan langsung oleh Ducati Corse, yang sebelumnya punya pengalaman panjang di ajang MotoGP dan Superbike World Championship.
BACA JUGA:Pembaruan Kontrak Marc Marquez Bersama Ducati untuk MotoGP 2027 Masuki Tahap Final
Cara kerjanya, motor akan menghitung beban mesin secara real-time lewat berbagai parameter, mulai dari putaran mesin, gaya berkendara, sampai kondisi trek yang dilibas. Data tersebut diolah jadi indikator keausan mesin dalam bentuk persentase.
Dari situ, sistem otomatis menyesuaikan jadwal servis. Semua informasi bisa dipantau lewat aplikasi Ducati X-Link, jadi pengguna bisa tahu kapan waktu ideal untuk melakukan perawatan.
Menariknya, kalau pemakaian tergolong ringan, interval servis bisa lebih panjang dari standar. Sebaliknya, kalau motor sering dipakai dalam kondisi ekstrem, jadwal servis akan lebih cepat. Patokan awalnya sendiri mengacu pada penggunaan pembalap Alessandro Lupino.
Ducati Desmo450 MX kini mengadopsi sistem predictive maintenance yang menyesuaikan jadwal servis berdasarkan beban kerja mesin secara real--Ducati
BACA JUGA:Ducati Lakukan Pembaruan Swingarm di WorldSBK Hungaria 2026 Pasca Masalah Teknis yang Terjadi
Untuk detailnya, MID Service yang meliputi penggantian piston dan pengecekan celah katup, berkisar di 45 sampai 60 jam pemakaian. Sedangkan FULL Service atau overhaul mesin ada di rentang 90 hingga 120 jam, tergantung tingkat keausan.
Asiknya lagi, fitur ini bisa langsung dinikmati tanpa biaya tambahan. Cukup datang ke dealer resmi Ducati, lalu lakukan update software ECU agar sistem perawatan prediktif ini aktif.