Alasannya karena velg jari-jari punya fleksibilitas lebih baik saat menghadapi medan berat.
Struktur jari-jari memungkinkan roda sedikit menyerap benturan ketika menghantam batu, lubang atau jalan ekstrem.
Berbeda dengan velg racing yang lebih kaku dan berisiko retak jika menerima benturan keras secara langsung.
Karena itu, velg jari-jari tetap menjadi pilihan utama untuk kebutuhan off-road dan adventure.
BACA JUGA:Anti Mainstream! Hero Xoom 125 Hadir dengan Velg 14 Inci, Skutik Rasa Premium yang Siap Ganggu Pasar
Pecinta Motor Klasik Masih Memburu Velg Jari-Jari
Selain motor trail, velg jari-jari juga masih sangat diminati di dunia modifikasi dan motor klasik.
Banyak bikers menyukai tampilan retro yang dihasilkan velg model ini karena memberikan nuansa klasik yang khas.
Motor custom seperti cafe racer, tracker hingga motor restorasi lawas hampir selalu menggunakan velg jari-jari demi mempertahankan karakter autentiknya.
Nilai estetika inilah yang membuat velg jari-jari tetap punya pasar tersendiri meski popularitasnya di motor harian mulai menurun.
Jadi, Mana yang Lebih Bagus?
Sebenarnya tidak ada velg yang benar-benar lebih baik secara mutlak, bradsis.
Velg racing unggul dalam hal kepraktisan, kompatibilitas ban tubeless, tampilan modern dan efisiensi penggunaan harian.
Sementara velg jari-jari punya kelebihan dalam fleksibilitas, ketahanan di medan berat dan nilai estetika klasik.
Pilihan terbaik tetap tergantung kebutuhan dan karakter motor yang digunakan.
Kalau motor dipakai harian di perkotaan, velg racing memang lebih praktis. Namun jika sering bermain off-road atau suka tampilan retro, velg jari-jari tetap jadi pilihan menarik sampai sekarang.
Karena di dunia otomotif modern, velg bukan lagi sekadar penopang roda. Tapi juga bagian penting dari karakter, performa dan gaya sebuah motor.