BACA JUGA:Kunci Nyantol dan Setang Lurus, Budaya Saling Percaya atau Nyali Kelewat Tinggi Pemotor Indonesia?
Di Sidrap, GEAR ULTIMA Diajak Angkut Padi Hampir 200 Kg
Setelah Maros, perjalanan berlanjut menuju Sidrap. Di daerah ini, Yamaha GEAR ULTIMA mendapatkan tantangan yang cukup unik.
Skutik ini diuji membawa hasil panen padi dengan bobot hampir 200 kilogram menggunakan handle belakang multiguna.
Pengujian tersebut memperlihatkan sisi praktis GEAR ULTIMA sebagai motor yang bukan hanya nyaman untuk dipakai harian, tapi juga bisa membantu kebutuhan aktivitas yang lebih fungsional.
Handle belakang multiguna yang kokoh menjadi salah satu fitur penting dalam pengujian ini.
Selain itu, rangka yang kuat dan handling ringan membuat motor tetap mudah dikendalikan meski membawa beban cukup berat.
Yamaha Gear Ultimate disiksa angku padi hampir 200 Kg--YIMM
BACA JUGA:Ban Tubeless Soft Compound vs Medium Compound: Mana yang Lebih Awet untuk Motor Harian?
Jalur Enrekang ke Toraja Makin Menantang
Tantangan sesungguhnya mulai terasa saat perjalanan masuk ke kawasan Enrekang hingga Toraja.
Di rute ini, rombongan harus menghadapi kombinasi jalan yang lebih kompleks. Ada tikungan panjang, tanjakan curam, jalan tanah, hingga jalur berbatu menuju kawasan Lembang Rano dan Lembah Ollon.
Kondisi tersebut menjadi ujian bagi kestabilan dan kelincahan Yamaha GEAR ULTIMA.
Dimensi bodi yang proporsional membuat motor tetap mudah diajak bermanuver, terutama saat melewati jalur sempit dan berkelok.
Ban bertapak lebar juga ikut membantu menjaga traksi saat motor melewati permukaan jalan yang tidak selalu mulus.
BACA JUGA:Yamaha XSR 155 vs Kawasaki W175: Komparasi Motor Sport Retro Modern Terbaik
Taklukkan Tanjakan Burake dan Buntu Sarira
Yamaha GEAR ULTIMA juga diajak menaklukkan tanjakan menuju Buntu Burake dan Buntu Sarira.
Dua lokasi ini menjadi salah satu titik menarik dalam perjalanan karena menyajikan medan menanjak sekaligus panorama alam khas Toraja.