Per sentri bertugas menahan kampas ganda agar tidak terlalu cepat membuka dan menggigit mangkok kopling belakang motor.
Bagi Bikers yang merasa tarikan awal NMAX Turbo miliknya kurang responsif, mengganti per sentri adalah solusinya.
Gunakan per sentri aftermarket yang sedikit lebih keras, misalnya ukuran 1.000 RPM hingga maksimal 1.500 RPM saja.
Per yang keras membuat kampas ganda baru akan membuka pada putaran mesin atau RPM yang lebih tinggi.
Efek instannya, begitu mangkok kopling tergigit, motor bakal langsung melesat kencang tanpa ada gejala gredeg yang mengganggu.
BACA JUGA:Honda PCX 160 vs Yamaha NMAX Turbo: Mana Skutik Bongsor Terbaik untuk Harian dan Turing?
Racikan Khusus untuk Pemburu Akselerasi Kota-Kota
Bagi Bradsis yang sering terjebak kemacetan jalanan kota, akselerasi responsif tentu menjadi hal yang paling utama dinantikan.
Untuk settingan ini, Bikers disarankan menurunkan bobot roller bawaan NMAX Turbo sekitar 1 sampai 2 gram.
Padukan roller ringan tersebut dengan pemasangan per sentri berukuran 1.200 RPM pada pulley bagian belakang motor.
Kombinasi ciamik ini dijamin bikin motor langsung ngibrit begitu selongsong gas dipuntir sedikit saja saat lampu hijau.
Kelebihan lainnya, racikan ini juga sangat tangguh dan bertenaga saat dipakai melibas jalanan pegunungan yang menanjak curam.
BACA JUGA:FKM MTX 180 Resmi Masuk Pasar, Siap Ganggu Yamaha NMAX Turbo di Segmen Skutik Bongsor
Bingung pilih racikan CVT Yamaha NMAX Turbo? Ini tips pilih roller dan per sentri yang pas biar akselerasi joss atau top speed nambah, Bradsis!-Dok-
Racikan Khusus untuk Pemburu Top Speed Jalur Jauh
Berbeda cerita kalau Bradsis adalah tipikal pengendara yang doyan melakukan perjalanan luar kota atau hobi touring, ya.
Karakter jalan lintas provinsi yang didominasi trek lurus panjang tentu membutuhkan nafas mesin yang selalu berisi atasnya.
Bikers bisa menaikkan bobot roller sekitar 1 gram dari standar atau mengombinasikannya dengan metode silang secara presisi.