Terasa Lebih Halus, Tapi Kenapa Motor Baru Kurang Galak? Ini Penjelasan Teknis yang Jarang Dibahas
Honda Vario (kiri) dan Yamaha Aerox Alpha--Honda dan Yamaha
MOTOREXPERTZ.COM --- Banyak pengendara merasakan hal yang sama saat pindah dari motor lama ke motor keluaran terbaru.
Mesin terasa jauh lebih halus, getaran minim, suara lembut. Tapi di sisi lain, tenaga terasa "jinak" dan tidak segalak motor generasi lama.
Apakah motor baru memang lebih lemah? Jawabannya tidak sesederhana itu.
Perubahan Karakter Mesin Motor Modern
Motor modern dirancang dengan fokus utama pada kenyamanan, efisiensi, dan emisi. Teknologi mesin saat ini lebih presisi, gesekan internal ditekan, dan pembakaran dibuat lebih stabil. Hasilnya, mesin bekerja lebih halus, namun sensasi tenaga yang terasa di tangan pengendara jadi berbeda.
BACA JUGA:Kick Starter Mulai Ditinggalkan? Ini Alasan Motor Baru Tak Lagi Menggunakannya
BACA JUGA:Jangan Jadikan Alasan Bensin Boros untuk Beli Motor Baru, Begini Caranya Agar Irit BBM
Motor lama cenderung memberikan respons gas yang lebih kasar dan spontan. Inilah yang sering dianggap sebagai "tenaga galak", padahal sebagian besar berasal dari karakter mesin, bukan murni dari output tenaga.
Pengaruh Standar Emisi yang Semakin Ketat
Salah satu faktor terbesar adalah regulasi emisi. Motor baru harus memenuhi standar emisi yang jauh lebih ketat dibanding generasi lama. Untuk mencapainya, pabrikan mengatur suplai bahan bakar dan udara lebih konservatif.
Efek sampingnya, respons gas dibuat lebih lembut dan linear. Tenaga tetap ada, tapi disalurkan secara bertahap, bukan meledak-ledak seperti motor lama.
Setelan ECU yang Lebih Aman dan Efisien
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-

