Brand Jepang Main Aman, Pabrikan Motor asal China Makin Agresif di Awal 2026

Brand Jepang Main Aman, Pabrikan Motor asal China Makin Agresif di Awal 2026

QJMotor Viento 180--Otocom

Mereka menawarkan mesin lebih besar, fitur elektronik lengkap, layar TFT besar, riding mode, hingga traction control, bahkan di kelas harga yang lebih rendah.

Contohnya terlihat pada motor adventure dan naked kelas menengah, di mana brand China berani menghadirkan mesin 2 silinder dan fitur touring lengkap. Sementara itu, merek Jepang cenderung mempertahankan mesin lama dengan pendekatan efisiensi dan keandalan jangka panjang.

Pendekatan aman pabrikan Jepang sebenarnya bukan tanpa alasan. Mereka menjaga kestabilan kualitas, jaringan servis luas, serta nilai jual kembali yang masih menjadi pertimbangan utama banyak konsumen, khususnya di pasar Asia.

BACA JUGA:Ramaikan Pasar Motor Adventure, QJMotor Luncurkan SRT 500 RX yang Tampilannya Garang

BACA JUGA:Yamaha MT-09 2026 Resmi Meluncur, Hyper-Naked Bertenaga dengan Kontrol Makin Presisi

Namun, strategi ini mulai mendapat tekanan. Konsumen yang melek spesifikasi kini semakin kritis dan membandingkan langsung antara fitur yang ditawarkan dengan harga. Dalam kondisi ini, pendekatan agresif pabrikan China terlihat lebih menggoda.

Bagi pabrikan China, agresivitas ini adalah cara membangun kepercayaan pasar. Dengan menawarkan spesifikasi tinggi, mereka berusaha mematahkan stigma lama dan menunjukkan bahwa kualitas bisa berjalan seiring dengan harga kompetitif.

Ke depan, persaingan ini diprediksi semakin ketat. Pabrikan Jepang mau tidak mau harus mulai menyesuaikan strategi, sementara pabrikan China dituntut menjaga konsistensi kualitas dan layanan purna jual.

Awal 2026 menjadi titik penting. Pasar motor tidak lagi hanya soal merek besar, tetapi soal siapa yang paling berani membaca kebutuhan konsumen dan meresponsnya dengan tepat.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya