Mesin 1 Silinder Masih Bertahan di 2026, Kenapa Bukan 2 Silinder?

Mesin 1 Silinder Masih Bertahan di 2026, Kenapa Bukan 2 Silinder?

Yamaha R15 V4--Otocom

Mesin dua silinder memang unggul dalam hal getaran yang lebih halus dan tenaga yang lebih linear. 

Namun konsekuensinya adalah harga lebih mahal, bobot lebih berat, dan konsumsi bahan bakar yang cenderung meningkat. Tidak semua pasar siap menerima kompromi tersebut.

Pabrikan juga harus realistis melihat volume penjualan. Motor dua silinder biasanya bermain di segmen niche, sementara mesin satu silinder menyasar pasar massal. 

Sekedar informasi bagi yang belum tahu dan mengingatkan saja bagi yang sudah tahu, contoh-contoh motor dua silinder biasanya sebagian besar mengacu pada motor yang memiliki cc besar, seperti 250cc ke atas, misalnya Yamaha R25, Kawasaki Ninja 250, Honda CB400 Series, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA:Tips Menjaga Mesin Motor Tetap Halus, Nomor 6 Wajib Dilakukan!

BACA JUGA:Wajib Dilakukan! Ini Cara Merawat Motor dengan Benar Setelah Terendam Banjir

Selama permintaan terbesar masih berada di segmen ini, mesin satu silinder akan terus dipertahankan.

Ke depan, mesin satu silinder kemungkinan tetap bertahan, namun dengan teknologi yang semakin disempurnakan. Getaran ditekan, efisiensi ditingkatkan, dan karakter mesin dibuat lebih ramah pengendara.

Di 2026, mesin satu silinder bukan simbol ketertinggalan, melainkan hasil kompromi paling logis antara biaya, efisiensi, dan kebutuhan pasar. 

Selama konsumen masih menginginkan motor yang terjangkau dan praktis, mesin ini belum akan tergantikan.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya