Motor Sport Kini Jadi Kendaraan Harian, Bukan Sekadar Mesinnya Bisa Diajak Ngebut

Motor Sport Kini Jadi Kendaraan Harian, Bukan Sekadar Mesinnya Bisa Diajak Ngebut

Kawasaki Ninja 300 2026--ibike

MOTOREXPERTZ.COM --- Motor sport selama ini identik dengan kecepatan, putaran mesin tinggi, dan performa agresif. 

Namun memasuki 2026, fungsi motor sport mulai bergeser. Banyak pengendara justru memanfaatkannya sebagai kendaraan harian, bukan lagi alat untuk mengejar top speed.

Perubahan ini tidak terjadi tanpa alasan. Kondisi lalu lintas yang semakin padat, harga bahan bakar yang fluktuatif, serta kebutuhan mobilitas yang praktis membuat rider berpikir ulang soal prioritas saat memilih motor sport.

Kini, motor sport dinilai bukan dari seberapa kencang ia melaju di trek lurus, melainkan seberapa nyaman digunakan setiap hari. Faktor ergonomi, konsumsi BBM, hingga panas mesin menjadi pertimbangan utama sebelum membeli.

BACA JUGA:KTM RC 160 Resmi Meluncur: Motor Sport Fairing Entry Level yang Siap Mengusik Dominasi Yamaha R15

BACA JUGA:Kawasaki Ninja 300 2026 Resmi Rilis! Tampilan Makin Sporty, Fitur Modern, Mesin Tetap Bertenaga

Tren ini juga mendorong pabrikan mengubah pendekatan desain. Motor sport modern tidak lagi terlalu ekstrem, tetapi lebih ramah untuk dipakai ke kantor, kuliah, atau perjalanan jarak menengah.

Salah satu faktor paling terasa adalah ergonomi. Posisi berkendara kini dibuat lebih rileks, setang tidak terlalu rendah, dan jok lebih bersahabat untuk perjalanan lama. Banyak motor sport 150–250 cc dirancang agar tidak menyiksa pergelangan tangan atau punggung saat dipakai harian.

Konsumsi bahan bakar juga jadi sorotan. Rider masa kini cenderung realistis. Tenaga cukup dianggap lebih penting daripada angka tenaga besar tapi boros. Mesin disetel agar efisien di putaran menengah, area yang paling sering digunakan di jalanan kota.

Lihat saja, kita tentu cukup banyak menemukan pengendara motor yang memakai motor sport seperti Honda CBR, Yamaha R15 atau R25, Kawasaki Ninja yang bermunculan di jalan.

BACA JUGA:Yamaha RX100 2025: Motor Legendaris Dua-Tak Bangkit Lagi, Aura Jadul yang Irit 50 Km/Liter!

BACA JUGA:Dari Alat Musik ke Raungan Mesin: Sejarah Yamaha Menciptakan Motor dan Menaklukkan Dunia Kecepatan

Masalah panas mesin pun ikut memengaruhi pilihan. Motor sport yang terlalu panas di kemacetan mulai ditinggalkan. 

Sistem pendinginan dan karakter mesin yang jinak justru lebih dicari dibanding performa mentah yang jarang terpakai.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya