BBM Campur SPBU Saat Touring antar Kota, Aman Gak? Banyak yang Salah Paham!
Ilustrasi isi bensin--Kompas
MOTOREXPERTZ.COM --- Saat touring jarak jauh, kondisi ideal kadang nggak selalu sesuai rencana. Tangki bensin menipis, SPBU langganan nggak ada, dan akhirnya harus isi di tempat berbeda.
Hari ini isi di Pertamina, besok lanjut di Shell, atau mungkin ketemu BP di kota berikutnya. Lalu muncul pertanyaan klasik, aman nggak sih bensin beda SPBU dicampur dalam satu tangki? Jawabannya tegas: aman, selama spesifikasinya sesuai.
Kenapa Banyak yang Takut Campur BBM?
Banyak orang mengira setiap merek BBM punya “formula rahasia” yang kalau dicampur bisa merusak mesin. Padahal, secara dasar, bensin yang dijual resmi sudah memenuhi standar distribusi dan regulasi pemerintah.
Perbedaannya biasanya hanya pada paket aditif tambahan seperti pembersih injektor atau zat anti-karat. Artinya, ketika kamu mencampur bensin RON 92 dari SPBU A dengan RON 92 dari SPBU B, yang tercampur hanyalah bensin dengan angka oktan sama, plus aditif yang secara umum tetap kompatibel.
BACA JUGA:Diisukan Bakal Tutup Karena Bensin Tak Kunjung Terisi, Ini Jawaban Shell Indonesia
BACA JUGA:Stok Bensin Masih Langka di SPBU, Ini Alasan Shell Indonesia
Tidak ada reaksi kimia ekstrem yang bikin mesin langsung rusak. Yang Lebih Penting: Angka Oktan Hal paling krusial bukan soal merek, tapi RON (Research Octane Number). Kalau motor kamu direkomendasikan minimal RON 92, lalu kamu campur dengan RON 92 merek lain, mesin tetap aman.
Masalah baru muncul jika kamu menurunkan oktan di bawah rekomendasi. Misalnya mesin kompresi tinggi yang seharusnya pakai RON 92 malah diisi RON 90. Efeknya bisa berupa knocking (ngelitik), tenaga turun, dan pembakaran kurang optimal. Dalam jangka pendek mungkin masih bisa jalan, tapi kalau jadi kebiasaan, performa bisa terpengaruh.
Bagaimana dengan Motor Injeksi Modern?
Motor modern sudah dilengkapi sensor dan sistem injeksi yang cukup adaptif. ECU mampu menyesuaikan pembakaran dalam batas tertentu. Jadi mencampur bensin beda SPBU dengan oktan setara bukan masalah besar.
Justru yang lebih berisiko adalah kualitas BBM dari tempat tidak resmi atau penyimpanan tangki yang buruk. Air atau kotoran dalam bensin jauh lebih berbahaya dibanding beda merek.
BACA JUGA:Salut! Polisi Ini Bantu Stut Motor Masyarakat yang Mogok Akibat Kehabisan Bensin
BACA JUGA:Gonta-Ganti SPBU: Aman Gak Isi BBM Campur Shell, Pertamina, dan BP? Ini Faktanya!
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-

