Motor Matic Bergetar Saat Tarikan Awal? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Motor Matic Bergetar Saat Tarikan Awal? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Ilustrasi motor matic sedang parkir di rumah--ChatGPT

MOTOREXPERTZ.COM --- Motor matic dikenal praktis dan nyaman digunakan untuk aktivitas harian. Namun, banyak pengguna pernah merasakan masalah yang cukup mengganggu, yaitu Motor bergetar saat tarikan awal. Getaran ini biasanya terasa ketika Motor mulai bergerak dari posisi diam, terutama saat membuka gas pertama kali.

Masalah tersebut sebenarnya cukup umum terjadi pada motor matic, terutama yang sudah digunakan dalam jangka waktu tertentu. Getaran pada tarikan awal biasanya berasal dari komponen di dalam sistem transmisi CVT yang mulai kotor, aus, atau tidak bekerja secara optimal.

Salah satu penyebab paling sering adalah kampas kopling ganda yang mulai kotor atau menipis. Komponen ini berfungsi untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang ketika gas mulai dibuka. Jika permukaannya sudah tidak rata atau dipenuhi debu dari gesekan, maka proses penyaluran tenaga menjadi tidak halus. Akibatnya, motor terasa bergetar saat mulai berjalan.

Selain kampas kopling, rumah kopling yang sudah tidak rata juga bisa menjadi penyebab. Rumah kopling yang mengalami keausan biasanya membuat cengkeraman kampas menjadi tidak stabil. Hal ini membuat tenaga mesin tersalurkan secara tersendat, sehingga muncul getaran ketika motor mulai bergerak.

BACA JUGA:Update 3 Motor Matic Andalan Yamaha: Aerox, Lexi, dan Nmax

BACA JUGA:Update Harga Honda BeAT dan Vario di Bulan Maret 2026, Ada Perubahan?

Faktor lain yang sering memicu getaran adalah roller CVT yang sudah aus atau tidak lagi berbentuk bulat sempurna. Roller yang aus akan mengganggu pergerakan pulley, sehingga perpindahan rasio di dalam CVT menjadi tidak stabil. Dampaknya, tarikan awal motor terasa tidak halus dan kadang disertai getaran.

Debu yang menumpuk di dalam rumah CVT juga sering menjadi penyebab utama. Debu ini biasanya berasal dari gesekan v-belt dan kampas kopling selama motor digunakan. Jika terlalu banyak menumpuk, debu dapat mengganggu kinerja komponen CVT dan menyebabkan tarikan awal terasa kasar.

BACA JUGA:Update Harga Motor Yamaha Fino di Bulan Maret 2026: Kelas Sporty Premium Grande!

BACA JUGA:Update Harga Honda Scoopy dan Stylo di Bulan Maret 2026

Selain itu, v-belt yang sudah mulai aus atau retak juga dapat menimbulkan getaran. V-belt merupakan komponen penting yang menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Ketika kondisinya sudah tidak optimal, penyaluran tenaga menjadi kurang stabil.

Untuk mencegah masalah ini, pemilik motor matic disarankan melakukan servis CVT secara rutin. Umumnya pembersihan CVT dilakukan setiap 8.000 hingga 10.000 kilometer atau sekitar dua sampai tiga bulan sekali, tergantung intensitas penggunaan motor.

Dengan melakukan perawatan rutin, komponen seperti roller, kampas kopling, dan v-belt dapat diperiksa lebih awal sebelum mengalami kerusakan yang lebih serius. Selain membuat motor kembali halus saat berakselerasi, perawatan ini juga membantu menjaga performa motor tetap optimal.

Jika motor matic mulai terasa bergetar saat tarikan awal, sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama. Pemeriksaan sederhana pada bagian CVT sering kali sudah cukup untuk mengatasi masalah tersebut sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
APPS ME
Berita Terpopuler