Tiga Kenangan Pahit Gresini Racing, Luka Mendalam dalam Perjalanan Hampir 30 Tahun
Fausto Gresini bersama Marco Simoncelli--Gresini Racing
MOTOREXPERTZ.COM --- Gresini Racing yang berdiri sejak 1997 oleh mendiang Fausto Gresini menyimpan perjalanan panjang di dunia balap Grand Prix. Saat ini tim tersebut berada di bawah komando Nadia Padovani, istri Fausto Gresini yang wafat pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021. Di MotoGP, Gresini kini diperkuat Alex Marquez dan Fermin Aldeguer sebagai andalan utama.
Tragedi Daijiro Kato di Suzuka
Salah satu kenangan paling menyakitkan terjadi saat Daijiro Kato mengalami kecelakaan fatal di Sirkuit Suzuka pada balapan GP250 tahun 2003. Kato sebelumnya dikenal sebagai sosok yang membawa nama besar Gresini Racing setelah menjadi juara dunia GP250 pada musim 2001. Nadia Padovani mengenang Kato sebagai pembalap dengan bakat luar biasa.
“Dia adalah sebuah fenomena, bakat yang luar biasa. Dia akan masuk ke pit box, kemudian duduk, bersantai, dan tertidur,” terang Padovani.
BACA JUGA:Pembaruan Kontrak Marc Marquez Bersama Ducati untuk MotoGP 2027 Masuki Tahap Final
BACA JUGA:Jonas Folger Resmi Gantikan Maverick Vinales di MotoGP Prancis 2026

Legenda Pembalap MotoGP, Marco Simoncelli--MotoGP
Duka Mendalam Marco Simoncelli di Sepang
Delapan tahun kemudian, Gresini kembali dilanda duka setelah Marco Simoncelli meninggal dunia akibat kecelakaan di Sepang, Malaysia pada 23/10/2011. Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi tim dan keluarga besar Gresini.
“Jika pukulan pertama membuatmu bangkit, pukulan kedua jauh lebih berat. Fausto kembali dari Malaysia dan mengunci diri di kamar tidurnya, menolak bertemu siapapun,” ucap Padovani melansir dari Speedweek.

Fausto Gresini--Motorcycle News
Kepergian Fausto Gresini dan Upaya Melanjutkan Warisan Tim
Kenangan paling berat lainnya adalah saat Fausto Gresini wafat akibat Covid-19, yang hampir membuat tim berhenti beroperasi. Padovani mengungkapkan beratnya keputusan untuk melanjutkan tim.
BACA JUGA:Bos Yamaha Akui Proyek Mesin V4 MotoGP Ternyata Lebih Sulit dari Perkiraan
BACA JUGA:Seru! Ribuan Gen V Tumplek Blek Padati Jalanan Rayakan 80 Tahun Vespa
“Sekitar 70 orang bekerja di perusahaan. Itu berarti harus memulangkan 70 keluarga. Saya tidak tega melakukan itu,” tutur Padovani.
Ia kemudian memutuskan melanjutkan perjuangan sang suami dan menjaga Gresini Racing tetap eksis di dunia MotoGP hingga saat ini.
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
