MPMX Bekali 30 Wirausaha Disabilitas Lewat Program MPM BISA

MPMX Bekali 30 Wirausaha Disabilitas Lewat Program MPM BISA

MPMX bekali 30 wirausaha disabilitas lewat MPM BISA dengan pelatihan, pendampingan, dan hibah usaha demi mendorong ekonomi inklusif di Indonesia maju.--MPMX

Sebelum lolos, para peserta harus menjalani seleksi administrasi dan wawancara.

Proses tersebut dilakukan untuk melihat potensi usaha, kebutuhan, motivasi, serta keseriusan peserta dalam mengembangkan bisnisnya.

Materi yang diberikan juga dibuat cukup komplet, mulai dari literasi keuangan, pengelolaan risiko usaha, keamanan digital, etika bisnis, sampai penguatan rasa percaya diri.

BACA JUGA:Special Promo Pesta Bola, Honda BeAT hingga ADV 160 Dapat Diskon Jutaan Rupiah

Bukan Sekadar Pelatihan

GM Corporate Communication & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, mengatakan MPM BISA dirancang bukan hanya sebagai kelas pelatihan.

Menurut dia, program tersebut juga menjadi ruang kolaborasi yang melibatkan penyandang disabilitas untuk tumbuh dan belajar bersama.

"Kami ingin mengambil bagian dalam memperkuat kapasitas teman-teman penyandang disabilitas pelaku UMKM melalui berbagi pengetahuan terkait literasi—baik dalam mengelola usaha, memahami peluang, membangun daya saing, mapun pengembangan usaha secara berkelanjutan,” ujar Natalia.

Ia menilai setiap pelaku usaha memiliki potensi besar untuk berkembang selama mendapat akses pengetahuan dan kesempatan yang memadai.

Bagi MPMX, keberlanjutan tidak hanya soal menjalankan program sosial, tetapi juga menciptakan dampak nyata melalui kesempatan yang setara dan pemberdayaan.

BACA JUGA:Naik 29 Persen, IIMS Surabaya 2026 Bukukan Transaksi Rp336 Miliar

Program Berjalan Selama Tiga Bulan

Rangkaian MPM BISA digelar selama tiga bulan, mulai  Mei hingga Juli 2026.

Tahapannya meliputi rekrutmen peserta, pelatihan, enrichment, mentoring, penjurian, pemberian hibah, hingga pelaporan.

Salah satu agenda utama berlangsung pada 9–10 Juni 2026 melalui pelatihan tatap muka.

Seluruh peserta hadir untuk mengikuti kelas mengenai literasi keuangan, manajemen risiko finansial, keamanan digital, etika digital, serta etika bisnis.

Materi tersebut disusun agar peserta lebih siap mengelola keuangan usaha, mengenali potensi risiko, dan menjalankan bisnis di tengah perkembangan teknologi digital.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
APPS ME
Berita Terpopuler