Sebelum Pembalap Menyentuh Aspal, Reaksi Airbag MotoGP Ternyata Lebih Cepat dari Kedipan Mata Manusia
Airbag di Wearpack Fabio Di Giannantonio aktif usai alami crash dalam Tes Pramusim MotoGP Malaysia 2025--MotoGP
MOTOREXPERTZ.COM --- Dunia balap motor kelas dunia telah bertransformasi secara signifikan sejak sistem kantung udara atau airbag menjadi kewajiban bagi seluruh pebalap MotoGP mulai tahun 2018.
Perangkat ini bukan sekadar tambahan, melainkan sebuah kebutuhan krusial yang dirancang untuk melindungi pebalap dari dampak benturan fatal saat terjadi kecelakaan di lintasan.
Benjolan ikonik di bagian punggung atas baju balap sebenarnya menyimpan perangkat elektronik canggih, termasuk sensor, giroskop, serta kartrid gas yang bekerja layaknya otak dan tenaga pendorong bagi sistem keselamatan tersebut.
Secara teknis, sistem ini memantau setiap gerakan pebalap melalui algoritma kompleks yang mampu mendeteksi potensi kecelakaan, lalu memompa gas argon ke dalam airbag hanya dalam waktu 40 milidetik sebelum akhirnya mengembang sempurna dalam 25 milidetik untuk meredam benturan.
BACA JUGA:Ducati DesertX V2 2026 Meluncur di Indonesia, Ini Ubahannya!
BACA JUGA:Catat! Dishub DKI Jakarta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Monas Jumat 19 Juni 2026
Mekanisme Perlindungan Area Vital
Meskipun prinsip kerjanya menyerupai airbag pada mobil, sistem di baju balap MotoGP dirancang untuk bekerja secara instan dan berulang jika diperlukan, meski pebalap biasanya hanya membawa satu kartrid untuk menjaga berat badan baju tetap ideal.
Setelah mengembang, sistem ini akan memberikan perlindungan ekstra pada titik-titik krusial tubuh pebalap untuk meminimalisir cedera serius. Area yang terlindungi mencakup, bahu, tulang rusuk dan pinggul.
Ketahanan dan Fungsi Pasca-Kecelakaan
Airbag MotoGP dirancang untuk mengempis secara otomatis dalam waktu 20 hingga 30 detik setelah benturan terjadi, selaras dengan durasi rata-rata kecelakaan di lintasan yang biasanya tidak lebih dari 5 detik.
Efisiensi ini memungkinkan pebalap untuk segera bangkit dan melanjutkan balapan, selama mereka tidak mengalami cedera fisik yang menghalangi.
BACA JUGA:Bergaya Klasik dengan Fitur Modern, Harley-Davidson Hidupkan Lagi Nama Besar Super Glide
BACA JUGA:Komponen Seukuran Telapak Tangan Ini Bisa Bikin Mesin Overheat, Banyak Pembeli Motor Bekas Tak Sadar
Agar sistem ini bekerja secara maksimal tanpa membahayakan pemakainya, baju balap juga harus dilengkapi dengan area elastis khusus yang bekerja selaras dengan pengembangan kantung udara.
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
