Yamaha Gear Ultima Tuntaskan Ekspedisi 2.740 Km Keliling Sulawesi, Konsumsi BBM Irit Parah!
Yamaha GEAR ULTIMA sukses menuntaskan ekspedisi sejauh 2.740 kilometer di Sulawesi--YIMM
Beberapa spot ekstrem sengaja dipilih untuk menguji durabilitas motor. GEAR ULTIMA diajak menanjak ke Lembang Rano menuju Lembah Ollon, Lolai Negeri di Atas Awan, sampai Bukit Salena.
Gak sampai di situ, rombongan juga masuk ke kawasan Kebun Durian Alindau, melibas jalur berlumpur Desa Bambuan, hingga rute ekstrem Air Terjun Hulia Ilohuwa.
Di sinilah performa mesin Blue Core Hybrid 125 cc, kestabilan rangka, handling, dan kenyamanan posisi berkendara diuji habis-habisan. Berkat dimensi bodi yang proporsional, motor tetap lincah merayap di jalan sempit dan permukaan gak rata.
Angkut Beban Ratusan Kilo
Nah, ini yang unik, Bradsis! Gak cuma dipakai boncengan atau bawa box turing, GEAR ULTIMA juga ditantang jadi "motor pekerja" dengan mengangkut hasil bumi komoditas lokal.
Saat mampir di Kabupaten Sidrap (Sulawesi Selatan), skutik ini dipaksa mengangkut gabah kering seberat 100 sampai 200 kilogram. Memanfaatkan fitur handle belakang multiguna, muatan sebanyak itu bisa terikat dengan aman.
Geser ke Desa Alindau (Sulawesi Tengah), giliran durian seberat 100 kg yang digendong di bagian belakang. Belum cukup? Di Pasar Tomohon (Sulawesi Utara), GEAR ULTIMA gantian mengangkut ikan tuna segar seberat 60 kg.
Ini membuktikan kalau desain sasis dan area akomodasi belakangnya fungsional banget buat mendukung usaha atau kebutuhan harian yang berat.

Yamaha Gear Ultima kuat angkat beban ratusan kilo tanpa drama--YIMM
BACA JUGA:Yamaha GEAR ULTIMA Digeber 500 Km Makassar-Toraja, Buktikan Skutik Multiguna Bisa Diajak Bertualang
Konsumsi Bensinnya Irit Parah, Tembus 60,98 Km/Liter!
Selain menguji durabilitas fisik, Yamaha juga mengukur konsumsi bahan bakarnya secara riil. Hasilnya bikin geleng-geleng kepala, Bradsis.
Pada etape Gorontalo menuju Manado, GEAR ULTIMA sanggup melaju sejauh 311 kilometer hanya dengan sekali isi bensin penuh (full tank).
Pada kondisi berkendara terbaiknya, catatan konsumsi bensin tertingginya menembus 60,98 km/liter saat melibas rute variatif menuju Kotamobagu hingga trek ekstrem Air Terjun Hulia Ilohuwa.
Sementara jika dirata-rata dari seluruh etape menggunakan metode full-to-full, konsumsi bensinnya berada di angka 57,63 km/liter. Tergolong irit parah, mengingat mesinnya dipaksa bekerja keras nanjak dan bawa muatan berat sepanjang perjalanan.
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
