Berapa Lama Minyak Rem Motor Harus Diganti? Ini Waktu Ideal Biar Rem Tetap Pakem dan Aman
Minyak rem motor wajib diganti berkala agar pengereman tetap pakem. Simak waktu ideal penggantian dan tanda minyak rem mulai menurun kualitasnya--Suzuki
MOTOREXPERTZ.COM -- Minyak rem menjadi salah satu cairan penting pada motor yang sering luput dari perhatian. Padahal, kondisinya sangat berpengaruh terhadap kinerja pengereman, terutama pada motor yang sudah menggunakan rem cakram hidrolik.
Banyak pemilik motor lebih rajin memeriksa kampas rem dibandingkan minyak rem. Selama tuas rem masih bisa ditekan dan motor masih dapat berhenti, kondisinya sering dianggap aman. Padahal, kualitas minyak rem bisa menurun seiring waktu meskipun volumenya di tabung reservoir terlihat masih penuh.
Kapan Minyak Rem Motor Harus Diganti?
Secara umum, pabrikan merekomendasikan penggantian minyak rem setiap satu hingga dua tahun sekali. Namun, ini juga gak bisa dijadikan patokan ya, Bradsis.
Jadwal ganti minyak rem ini bisa maju lebih cepat tergantung dari gaya berkendara dan kondisi jalan yang sering dilewati.
Kalau motor harian kamu sering ketemu macet parah, sering melibas turunan panjang, atau kamu punya gaya berkendara yang agresif, otomatis sistem rem bakal bekerja ekstra keras. Efeknya, kualitas minyak rem akan lebih cepat drop.
Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan minyak rem sebaiknya dilakukan lebih sering dan penggantiannya mungkin perlu dipercepat.
BACA JUGA:Ini Bahaya Jika Minyak Rem Motor Tidak Pernah Diganti Secara Berkala
Kenapa Minyak Rem Harus Diganti Berkala?
Minyak rem bukan cairan yang bisa digunakan selamanya, Bradsis. Sebagian besar minyak rem bersifat higroskopis, artinya cairan tersebut dapat menyerap uap air dari udara secara perlahan.
Semakin banyak kandungan air di dalam minyak rem, semakin rendah titik didihnya. Saat pengereman bekerja keras dan suhu meningkat, minyak rem yang sudah tercampur air lebih mudah menghasilkan gelembung uap.
Masalahnya, gelembung tersebut bisa membuat tekanan hidrolik menjadi tidak maksimal. Efek yang dirasakan pengendara biasanya berupa tuas rem terasa lembek, pengereman kurang responsif, atau jarak berhenti menjadi lebih panjang.
Kondisi ini tentu berbahaya, terutama ketika Bradsis harus melakukan pengereman mendadak atau sedang melintasi jalan menurun.
BACA JUGA:Jangan Sepelekan Rem Ngempos, Bisa Jadi Minyak Rem Sudah Tidak Layak Pakai
Tanda Minyak Rem Motor Mulai Menurun Kualitasnya
Bradsis tidak harus menunggu sampai jadwal penggantian tiba. Ada beberapa gejala yang bisa menjadi tanda bahwa minyak rem perlu segera diperiksa.
- Tuas rem terasa lebih dalam atau lebih empuk dari biasanya.
- Respons pengereman mulai terlambat meskipun kampas rem masih tebal.
- Warna minyak rem berubah menjadi keruh, cokelat tua, atau kehitaman.
- Muncul endapan kotoran di dalam tabung reservoir.
- Rem terasa kurang konsisten setelah digunakan dalam perjalanan panjang.
- Volume minyak rem turun secara tidak wajar.
Jika volume minyak rem berkurang drastis, jangan cuma menambahkan cairan baru. Periksa kemungkinan adanya kebocoran pada selang, sambungan, kaliper, master rem, atau seal di dalam sistem pengereman.
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
