Ternyata Baterai Motor Listrik Punya Banyak Jenis, Ini Bedanya
Penting buat Bradsis mengenali jenis-jenis baterai yang umum disematkan pada motor listrik agar tidak salah pilih sesuai kebutuhan harian--MCN
MOTOREXPERTZ.COM -- Baterai itu ibarat tangki bensin di motor listrik. Komponen ini bertugas menyimpan arus listrik untuk menyuplai energi ke dinamo penggerak agar roda bisa berputar.
Namun, tahukah Bradsis kalau baterai motor listrik ternyata punya jenis yang berbeda-beda? Jadi, pembeda baterai itu tidak cuma sebatas angka kapasitas kilowatt-hour (kWh) yang tertera pada lembar spesifikasi.
Tiap teknologi baterai membawa karakter, bobot, umur pakai, hingga performa yang jauh berbeda. Perbedaan ini juga akan berimbas langsung pada jarak tempuh, durasi pengisian daya, sampai biaya penggantian komponen di masa depan.
Oleh karena itu, penting buat Bradsis mengenali jenis-jenis baterai yang umum disematkan pada motor listrik agar tidak salah pilih sesuai kebutuhan harian.
BACA JUGA:Motor Listrik Dicas Semalaman, Aman atau Bikin Baterai Cepat Rusak?
Jenis-Jenis Baterai Motor Listrik
1. Baterai Lead-Acid
Baterai lead-acid atau aki timbal merupakan teknologi paling tua yang pernah diterapkan pada kendaraan listrik. Jenis ini biasanya masih bisa ditemukan pada motor listrik generasi awal, sepeda listrik, atau kendaraan listrik berkecepatan rendah.
Keunggulan utamanya terletak pada biaya produksi yang terjangkau serta ketersediaannya yang melimpah di pasaran. Selain itu, proses perawatan dan penggantian baterai ini juga tergolong simpel.
Namun, kelemahannya ada pada bobotnya yang sangat berat serta kapasitas penyimpanan energi yang terbilang kecil. Selain itu, usia pakainya relatif pendek apabila sering digunakan hingga daya benar-benar habis.
2. Baterai Nickel-Metal Hydride (NiMH)
Sebelum kepopuleran baterai lithium meroket, baterai nickel-metal hydride (NiMH) sempat menjadi opsi favorit. Jenis baterai ini menawarkan daya tahan yang lebih baik terhadap perubahan suhu ekstrem jika dibandingkan dengan lead-acid.
Meski bobotnya lebih ringan dan kapasitas penyimpanannya lebih memadai, baterai NiMH memiliki tingkat self-discharge yang cukup tinggi.
Bisa dibilang, daya di dalam baterai bisa berkurang sendiri dengan cepat meskipun motor sedang tidak digunakan.
Karena kepadatan energinya masih kalah dibanding teknologi modern, penggunaan baterai NiMH pada motor listrik keluaran terbaru kini sudah sangat jarang ditemui.
BACA JUGA:Baterai Lithium-ion Bisa Terbakar? Simak Perbedaan dengan SLA dan LiFePO4
3. Baterai Lithium-Ion
Lithium-ion saat ini menjadi standar utama pada industri motor listrik modern. Teknologi ini menawarkan kombinasi ideal antara bobot yang ringkas, ukuran padat, dan kemampuan menyimpan daya lebih baik dibandingkan lead-acid maupun NiMH.
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
