“Kami tahunya mepet sekali. Kalau dikasih waktu 10 menit sebelumnya, mungkin strategi bisa beda,” kata Quartararo.
Menurutnya, dengan balapan yang lebih pendek, opsi penggunaan ban terutama ban lunak jadi lebih masuk akal.
Tapi karena waktunya terlalu sempit, banyak pembalap akhirnya tetap dengan pilihan awal.
Menariknya, Quartararo ternyata sudah punya firasat soal kondisi trek sejak sebelum balapan.
“Saya sempat merasa ada yang aneh, tapi tidak ada tanda yang jelas. Secara umum terlihat normal,” ujarnya.