Desain ini telah mengikuti panduan resmi FIM secara sangat ketat.
Andhika menambahkan, "Desain ini juga mengikuti guideline dari FIM sehingga memiliki spesifikasi yang relatif seragam di berbagai lintasan balap dunia."
Pembangunan kerb ini melibatkan instruksi langsung dari mantan pembalap, Franco Uncini dan Loris Capirossi.
Prosesnya telah melalui tahap homologasi resmi agar layak digunakan balapan.
BACA JUGA:Aki Basah vs Aki Kering: Mana yang Paling Cocok Buat Teman Aspal Bradsis?
Secara fisik, kerb standar FIM memiliki lebar minimal sekitar 1,5 meter.
Bagian puncaknya memiliki sedikit elevasi atau kenaikan dari permukaan aspal utama.
Andhika merinci, "Tinggi elevasi ini umumnya sekitar 2,5 sentimeter, cukup untuk memberi sinyal kepada pembalap tanpa terlalu mengganggu kestabilan kendaraan."
Permukaan kerb dibuat berundak atau bergerigi meski terlihat rata dari kejauhan.
BACA JUGA:Filter Udara Motor Matic Disemprot Angin Kompresor? Awas, Mesin Bisa Cepat Jebol!
Struktur bergerigi ini berfungsi memberikan peringatan getaran kepada para pembalap.
"Struktur ini memiliki fungsi penting, yakni memberikan peringatan kepada pembalap atau pengemudi bahwa mereka sudah mendekati batas lintasan," jelas Andhika.
Kerb di lintasan balap umumnya terbuat dari material beton berkualitas tinggi.
Proses pembuatannya bisa menggunakan metode beton pracetak atau dicetak langsung di lokasi.
BACA JUGA:Gak Pakai Ribet! Ajak Teman Pakai Aplikasi WANDA Kini Tinggal Scan QR Code, Begini Caranya
Setelah beton mengeras, permukaan kerb dilapisi cat khusus yang terhomologasi FIM.