Di sirkuit tertentu, pembalap bisa membuka gas 100 persen selama 30 persen durasi satu putaran.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan era GP500 yang hanya mencapai sekitar sepuluh persen saja.
Hal ini bisa terjadi karena ride height device mampu menekan gejala wheelie secara efektif.
Jika perangkat ini dilarang, durasi bukaan gas penuh dipastikan akan berkurang secara otomatis.
BACA JUGA:Demi Kejar Ketertinggalan, Yamaha Turunkan Mesin V4 Tambahan di MotoGP Jerez 2026
Pembalap tidak lagi bisa langsung memuntahkan tenaga mesin secara maksimal tanpa risiko motor terangkat.
Kondisi ini secara langsung akan memangkas catatan waktu putaran secara cukup signifikan di semua sirkuit.
Pelarangan ini bahkan diprediksi akan menghapus keuntungan kecepatan tikungan dari penggunaan mesin 850cc nantinya.
Transisi dari ban Michelin ke Pirelli juga menjadi topik yang sangat hangat diperbincangkan.
BACA JUGA:Seberapa Jauh Ban MotoGP Bisa Bertahan Jika Dipakai di Motor Harian?
Aoki menilai karakter ban Pirelli berada di antara kekuatan ban Bridgestone dan Michelin.
Ban Pirelli modern saat ini memiliki tingkat kekakuan yang cukup baik dan stabil.
Meski aspek ketahanan sering menjadi pertanyaan, hal ini justru bisa membuat strategi balapan menjadi menarik.
Dinamika balapan mungkin akan berubah karena tingkat keausan ban yang lebih bervariasi nantinya.
BACA JUGA:Maverick Vinales Absen di MotoGP Jerez 2026, Fokus Pemulihan Total Setelah Cedera Bahu
Namun, Aoki merasa perubahan ban tidak akan sedrastis efek hilangnya perangkat pengatur ketinggian motor.