MOTOREXPERTZ.COM --- Busi menjadi salah satu komponen penting pada sepeda motor karena berfungsi menghasilkan percikan api untuk proses pembakaran di ruang mesin. Kondisi busi yang mulai aus atau menurun kualitasnya dapat memengaruhi performa motor saat digunakan sehari-hari. Karena itu, pemeriksaan berkala sangat disarankan agar kamu bisa mengetahui kondisi busi sebelum muncul masalah di jalan.
Saat ini tersedia banyak pilihan busi di pasaran dengan berbagai merek dan tipe. Meski demikian, penggunaan busi tetap disarankan mengikuti spesifikasi bawaan pabrikan motor.
Pemakaian busi yang tidak sesuai dapat memengaruhi pembakaran mesin dan membuat performa kendaraan menjadi kurang optimal, terutama untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
BACA JUGA:Sah! Tech3 dan KTM Lanjutkan Kerja Sama, Bagaimana Nasib Slot Pembalap Musim 2027?
BACA JUGA:Makin Sengit! Perubahan Regulasi Terbaru WorldSBK Resmi Dirilis, Ini Aturan Barunya
Batas Ideal Pemakaian Busi Motor
Untuk busi berbahan nikel yang umum digunakan sebagai bawaan motor pabrikan, penggantian dianjurkan setiap 6.000 kilometer.
Setelah melewati batas tersebut, busi memang masih dapat digunakan untuk menghidupkan mesin, tetapi performanya biasanya sudah mulai menurun.
Kondisi ini dapat membuat respons tarikan gas terasa lebih lambat dan akselerasi motor menjadi kurang maksimal saat dikendarai.
BACA JUGA:Seru! Perdana Digelar, CLASSY Ride & Chill 2026 Bali Diramaikan 500+ Bikers
BACA JUGA:Masuk Top 10 di Hungaria, Aldi Satya Mahendra Pede Hadapi WorldSSP 2026 Ceko
Mesin Sulit Dinyalakan Jadi Tanda Busi Mulai Lemah
Gejala lain yang sering muncul ketika usia pakai busi sudah terlalu lama adalah mesin lebih sulit dihidupkan, baik menggunakan electric starter maupun kick starter.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan berkendara dan berpotensi membuat motor mogok mendadak.
Mengingat harga busi relatif terjangkau, penggantian rutin setiap 6.000 kilometer menjadi langkah sederhana untuk menjaga performa mesin tetap prima.