MOTOREXPERTZ.COM -- Mesin motor ngelitik sering dikira cuma gara-gara salah pilih bensin. Padahal, ada banyak faktor lain yang bisa bikin suara mesin jadi kasar dan bikin riding kurang nyaman, Bradsis.
Buat Bradsis yang sering naik motor harian, suara mesin ngelitik pasti bikin telinga langsung waswas. Biasanya suara ini muncul seperti bunyi ketukan halus dari area mesin, terutama saat motor digas, menanjak, atau membawa beban berat. Meski terdengar sepele, gejala ini sebaiknya jangan diabaikan begitu saja.
Banyak yang langsung menuduh bensin sebagai biang kerok utama. Memang, bahan bakar dengan oktan yang kurang sesuai bisa memicu mesin ngelitik. Tapi faktanya, masalah ini nggak selalu sesederhana itu, Bradsis. Ada beberapa faktor lain yang juga bisa bikin proses pembakaran di ruang mesin jadi kurang sempurna.
Kalau dibiarkan terlalu lama, mesin ngelitik bisa berdampak ke performa motor. Tarikan bisa terasa berat, konsumsi bensin jadi lebih boros, suhu mesin meningkat, bahkan dalam kondisi tertentu bisa mempercepat keausan komponen internal mesin.
BACA JUGA:Knalpot Motor Ngebul Tipis Saat Mesin Dinyalakan, Normal atau Berbahaya?
Apa Itu Mesin Motor Ngelitik?
Mesin motor ngelitik adalah kondisi ketika muncul suara ketukan atau gemericik kasar dari mesin akibat pembakaran yang tidak berjalan normal. Dalam kondisi ideal, campuran udara dan bahan bakar terbakar secara teratur setelah dipantik oleh busi. Namun, saat terjadi pembakaran tidak normal, muncul ledakan kecil yang tidak sesuai timing.
Nah, ledakan kecil inilah yang sering terdengar seperti suara “tik-tik” atau “ngelitik”. Biasanya makin terasa ketika motor sedang bekerja berat, misalnya saat akselerasi mendadak, melibas tanjakan, atau dipakai boncengan dengan beban penuh.
1. Oktan Bensin Tidak Sesuai Kebutuhan Mesin
Faktor yang paling sering dibahas tentu saja soal bensin. Setiap mesin motor punya kebutuhan oktan berbeda, tergantung rasio kompresinya. Motor dengan kompresi tinggi biasanya membutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan lebih tinggi agar proses pembakaran lebih stabil.
Kalau Bradsis memakai bensin dengan oktan terlalu rendah, bahan bakar bisa terbakar lebih cepat dari seharusnya. Akibatnya, muncul gejala knocking atau ngelitik. Jadi, jangan cuma asal murah atau asal tersedia di pom bensin. Sesuaikan bahan bakar dengan rekomendasi pabrikan motor.
BACA JUGA:Gosip atau Fakta: Benarkah NMAX dan PCX Terbaru 2026 Pakai Teknologi Hybrid?
2. Ruang Bakar Kotor Karena Kerak Karbon
Ini nih yang sering luput dari perhatian. Seiring pemakaian, ruang bakar bisa dipenuhi kerak karbon dari sisa pembakaran. Kerak ini bisa menempel di kepala piston, klep, hingga area ruang bakar.
Kalau kerak karbon sudah menumpuk, volume ruang bakar bisa berubah dan suhu di dalam mesin cenderung meningkat. Kondisi ini dapat memicu pembakaran tidak normal yang akhirnya bikin mesin ngelitik. Biasanya, motor yang jarang diservis atau sering dipakai stop and go lebih rentan mengalami masalah ini.
Bradsis bisa mencegahnya dengan rutin servis berkala, membersihkan throttle body atau karburator, serta menggunakan bahan bakar yang sesuai. Untuk motor yang sudah cukup berumur, pengecekan ruang bakar juga penting dilakukan di bengkel terpercaya.
3. Busi Sudah Lemah atau Tidak Sesuai Spesifikasi
Busi punya peran penting dalam proses pembakaran. Kalau busi sudah lemah, kotor, atau tidak sesuai spesifikasi mesin, percikan api bisa jadi kurang stabil. Akibatnya, pembakaran campuran udara dan bensin tidak berlangsung sempurna.
Busi yang terlalu panas juga bisa memicu gejala pre-ignition, yaitu campuran bahan bakar terbakar sebelum waktunya. Efeknya mirip seperti knocking, dan suara ngelitik pun bisa muncul saat motor digas.