Bukan Kaleng-Kaleng! 6 Alasan Honda ADV 160 Sering Bikin 'Motor Batangan' Insecure Saat Diajak Touring Lintas Provinsi

Bukan Kaleng-Kaleng! 6 Alasan Honda ADV 160 Sering Bikin 'Motor Batangan' Insecure Saat Diajak Touring Lintas Provinsi

Honda ADV 160 2025 terbaru--AHM

MOTOREXPERTZ.COM --- Sobat Bikers, pernah nggak sih kalian merasa minder kalau mau touring pakai motor matic?

Seringkali ada stigma kalau "anak touring sejati" itu wajib pakai motor kopling alias motor batangan. Padahal, realitanya di jalanan Indonesia yang macet dan konturnya ajaib, kenyamanan adalah koentji! Di penghujung tahun 2025 ini, tren justru bergeser. Para petualang jalanan mulai realistis: ngapain cari capek kalau bisa healing dengan santai?

Di sinilah Honda ADV 160 masuk sebagai game changer. Skutik bongsor yang tampangnya garang ini diam-diam jadi primadona baru di jalur lintas kota. Banyak yang bilang ini motor "curang" karena menawarkan sensasi petualangan tapi senyaman sofa rumah.

Masih ragu? Yuk, kita bedah kenapa motor ini layak disebut "Raja Touring" kelas menengah yang bikin motor laki pun hormat!

BACA JUGA:6 Tahun Komunitas Hantara Cikarang, Ratusan Bikers Padati Perayaan Soliditas Honda ADV Nusantara

1. Posisi Duduk "Anti-Encok"

Jujur saja, musuh utama touring jarak jauh itu bukan bensin habis, tapi pinggang yang mau copot. Nah, ergonomi Honda ADV 160 ini didesain seolah mengerti penderitaan kaum jompo.

Segitiga berkendaranya tegap, setangnya lebar dan rileks. Kaki? Bebas berekspresi! Kamu bisa posisi tegak saat macet, atau selonjoran ala bos saat ketemu jalan lurus nan sepi. Fitur selonjoran ini adalah kemewahan yang jarang dimiliki motor sport tulen. Hasilnya? Riding 3-4 jam non-stop pun badan masih segar bugar.

BACA JUGA:1.000 Bikers Honda ADV Padati Kuningan! Jamnas ke-4 HAI Jadi Bukti Solidnya Komunitas Adventure Tanah Air

2. Kaki-Kaki "Badak" Siap Hajar Lubang

Jalanan Indonesia itu penuh kejutan; dari aspal mulus sampai "wisata lubang sewu". Di sinilah suspensi ADV 160 unjuk gigi.

Travel suspensinya panjang banget buat ukuran skutik. Apalagi bagian belakangnya sudah pakai Subtank Suspension (sokbreker tabung) yang bukan cuma pajangan. Bantingan saat menghajar polisi tidur atau jalan keriting terasa empuk dan stabil. Rasanya kayak naik "karpet terbang", minim guncangan yang bikin perut mual.

BACA JUGA:Meriah dan Penuh Kekeluargaan, Komunitas Honda ADV BOA Bandung Rayakan Anniversary ke-6 di Garut

3. Jantung Pacu 160cc: Kecil-Kecil Cabe Rawit

Jangan remehkan label "skutik". Mesin 160cc eSP+ 4 katup di motor ini punya napas yang panjang. Tenaga dan torsinya sudah lebih dari cukup buat bawa beban berat—termasuk box pannier, tas duffel, plus boncenger tersayang.

Buat nanjak ke Puncak atau Dieng? Gaspol aja! Akselerasinya responsif buat nyalip bus atau truk, tapi tetap halus (minim getaran) saat diajak cruising santai. Bonusnya, konsumsi BBM-nya irit banget. Dompet aman, hati senang.

BACA JUGA:Test Ride Hingga Gathering Komunitas Meriahkan Public Launching New Honda ADV160 di Malang

4. Ground Clearance Tinggi: Anti "Gasruk" Club

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya