Casey Stoner Ungkap Perbedaan Dua Gelar Juara: Ducati Paling Berat, Honda Paling Bermakna

Casey Stoner Ungkap Perbedaan Dua Gelar Juara: Ducati Paling Berat, Honda Paling Bermakna

Juara Ducati 2007, Casey Stoner--otomotifnet

MOTOREXPERTZ.COM -- Casey Stoner kembali mengenang perjalanan kariernya di MotoGP bersama dua pabrikan berbeda, Ducati dan Honda yang sama-sama mengantarkannya meraih gelar juara dunia.

Pembalap asal Australia itu termasuk dalam jajaran elite MotoGP, karena mampu menjuarai kelas 500cc atau MotoGP bersama lebih dari satu pabrikan—sebuah pencapaian langka di era modern.

Casey Stoner pertama kali mengguncang paddock pada musim 2007 saat sukses mempersembahkan gelar juara dunia untuk Ducati. 

Kala itu, ia mencatatkan performa luar biasa dengan sepuluh kemenangan dan 14 podium dari total 18 balapan, sekaligus menghadirkan gelar MotoGP pertama dalam sejarah pabrikan asal Italia tersebut.

BACA JUGA:Keren! Casey Stoner Meramaikan Game Baru dari Developer MotoGP

BACA JUGA:Profil Casey Stoner: Balapan dari Balita hingga Jadi Juara Dunia MotoGP

Dominasi Stoner bersama Ducati terlihat sangat kontras dibandingkan rekan setimnya. Loris Capirossi, yang menjadi pembalap Ducati terbaik berikutnya saat itu, hanya mampu finis di peringkat ketujuh klasemen akhir dengan perolehan poin kurang dari setengah milik Stoner.

Mengenang masa-masa tersebut, Stoner tak ragu menyebut gelar bersama Ducati sebagai yang paling menantang dalam kariernya.

"Gelar mana yang lebih sulit? Ducati, tentu saja. Motornya sangat sulit dikendalikan," jelas Casey Stoner.

"Dengan Ducati, setiap akhir pekan seperti pertarungan. Sangat, sangat sulit untuk membuatnya bekerja dengan benar. Jadi, itu lebih menegangkan," lanjutnya. 

"Kami mengalami kerusakan mesin dan hal-hal lainnya. Untungnya, tidak pernah terjadi saat balapan. Tapi itu yang paling sulit, tentu saja, dengan Ducati," sambung Stoner lagi.

BACA JUGA:Jorge Lorenzo: Hanya Saya yang Bisa Kalahkan Rossi, Stoner, Pedrosa, dan Marquez!

BACA JUGA:Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Resmi Diumumkan, Catat Tanggalnya!

Memasuki era mesin 800cc, keunggulan Ducati perlahan mulai terkejar oleh para rival Jepang. Meski Stoner masih mampu menjadi runner-up di belakang Valentino Rossi pada 2008 dengan enam kemenangan, performa Ducati terus menurun pada musim-musim berikutnya.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya